Annuqayah Berduka, Ketua Pengurus Pesantren Latee Wafat

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Hari Sabtu 26 Juni 2021 berita duka datang dari Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee Guluk-Guluk. Seorang Ketua Pengurus Pesantren Latee masa khidmat 2020-2022 meninggal dunia, yakni Ustadz Nailur Ridha.

Menurut Nuril Qomariz Zamanil Fain selaku Sekretaris Pengurus Pesantren Annuqayah Latee, almarhum wafat pada pukul 11.00 WIB dan dikebumikan di sebelah rumah duka, tepatnya di Kecamatan Gapura.

“Putera Bapak Rihwan yang saat ini berprofesi sebagai tenaga pendidik di Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gupura tersebut divonis infeksi lambung,” tuturnya saat dimintai keterangan oleh reporter NU Online Sumenep di kantor pesantren, Ahad (27/6/2021).

Pria yang menjabat sebagai Korps Kader Penggerak Nahdhatul Ulama (KPNU) Pondok Pesantren Annuqayah Latee menceritakan bawah almarhum masuk pondok sejak tahun 2013 atau Sembilan tahun lalu.

“Sebelum diangkat sebagai ketua pengurus Latee, almarhum menjabat sebagai Koordinator Departemen Peribadatan, Takmir, dan SKIA, lalu promosi ke Wakil Ketua I sejak bulan November 2020. Selain itu, beliau menjadi PLT Ketua Pengurus sejak Oktober 2020 sampai Maret 2021 dan diangkat secara resmi menjadi ketua pengurus sejak bulan Maret 2021,” terangnya.

Tak sampai di situ, almarhum dikenal pribadi yang ramah, humoris, suka bergaul dengan siapapun, dermawan, tegas dan disiplin serta sangat gemar berdiskusi ilmiah baik tentang keagamaan atau tentang sosial kebudayaan, semisal filsafat.

Pria yang berstatus mahasiswa aktif di fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu menambahkan, almarhum ikut andil dalam membentuk Departemen Bimbingan dan Konseling yang pada waktu itu masih berbentuk Satuan Tugas (Satgas). Saat ini menjadi Departemen yang menjadi rujukan utama para santri atau pengurus untuk berkonsultasi tentang ilmu psikologi.

“Almarhum berperan dalam perumusan dan penataan Undang-Undang Pondok Pesantren tentang Departemen, Badan Usaha Milik Pesantren, Organisasi Daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Pesantren dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, almarhum juga berhasil merevitalisasi peran ketua kamar yang notabene menjadi cita-cita besar pengasuh sehingga tercipta koordinasi yang baik dan rapi dengan Pengurus Rayon dan Departemen Kamtib dalam penanganan, penagawasan, dan pengawalan santri.

“Di antara kiprah pengabdian beliau adalah mendelegasikan kurang lebih 30 santri untuk mengikuti Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser),” imbuhnya.

Nuril Qomariz Zamanil Fain selaku tangan kanan almarhum di pesantren menyatakan bahwa terakhir kalinya ia bertemu pada hari Selasa Pagi, 08 Juni 2021, tepat pada hari beliau pulang ke rumah disebabkan sakit.

“Almarhum terakhir bertanya tentang keadaan pondok dan berpesan agar senantiasa tetap sabar dan ikhlas dalam menjalankan pengabdian. Bagi saya, beliau memiliki pemikiran yang sangat terbuka terhadap perbedaan, visioner, idealis, humanis serta selalu mengedepankan persatuan dan kerukunan antar pengurus sebagai prinsip yang kokoh. Beliau juga sangat loyal terhadap pengasuh,” tegasnya.

Di kesempatan yang berbeda, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk, KH Md Widadi Rahim ikut berbela sungkawa atas wafatnya sahabat terbaiknya.

“Almarhum satu angkatan dengan saya saat mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU) di Desa Patapan, Guluk-Guluk. Beliau angkatan ke 33 KPNU Sumenep, yang mana almarhum selalu hadir di setiap pertemuan angkatan yang bernama angkatan tasbih. Semoga tenang di alam sana,” pungkasnya.

Editor: Firdausi

- ADVERTISEMENT -
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x