Jika Gigi Kuning dan Keropos, Ih Seram

Oleh: Firdausi

Penampilan adalah segala-galanya. Jika warga NU tampil keren dihadapan banyak orang, pasti jadi objek perhatian warga. Secara teoritis, orang yang tampil keren, rapi, wangi dan sejenisnya, tandanya mengikuti anjuran Nabi. Sebelum itu, yang perlu diperhatikan adalah menjaga aurat dan tidak berlebih-lebihan.

An-Nadhafatu minal iman salah satu bukti bahwa hidup bersih di masa pandemi bisa memutus mata rantai Covid-19. Apalagi kita menjaga kebersihan mulut dan gigi. Sebab sekian banyak organ tubuh dalam ilmu anatomi, gigi merupakan bagian vital yang harus dijaga kebersihannya oleh manusia demi menjaga penampilan. Tak heran notabene kalangan papan atas sangat menjaga kebersihan wajah, rambut, tangan, kaki, tubuh, dan giginya.

Islam menganjurkan kita untuk selalu menebarkan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Nah kalau kita tersenyum, jejeran gigi putih kita tampak pada orang lain lewat indera penglihatannya. Seandainya gigi kita rusak (bolong, hitam, dan kuning), maka nilai estetiknya terasa kurang.

Dengan kondisi gigi yang rusak, banyak para pelamar Pilot, Dokter Gigi, Polisi, TNI, Pramugari, Astronot, dan sejenisnya, ditolak saat melamar kerja.

Di edisi Senin (12/7/2021), Redaksi NU Online Sumenep akan memberikan tips sehat menjaga kebersihan gigi perspektif ilmu medis. Menurut dr Meiyenniwaty, gigi dianalogikan pintu gerbang dari tubuh kita. Karena setiap makanan yang dikonsumsi pasti memakai gigi untuk mengunyah beragam aneka makanan. Baik yang sifatnya panas, dingin, keras, lembek, kenyal dan lain-lainnya. Jika gigi kita tidak sehat, maka makanan tidak bisa dikunyah dengan sempurna, sehingga bisa memicu penyakit maag.

Penyakit Gigi
Saat masuk pada masa remaja, kita sering mengalami sakit gigi. Karena di masa kanak-kanak sering mengkonsumsi makanan yang manis, seperti cokelat, biskuit, permen, dan sejenisnya. Makanan tersebut mudah menempel di gigi anak yang memiliki lekukan.

Menurut beberapa ahli, ada beberapa makanan yang perlu dihindari. Seperti makanan manis dan melekat pada lekukan gigi. Hal ini akan dialami semua orang, karena mereka berlebihan. Jika demikian, jangan lupa memberisihkannya. Apalagi kebiasaan nahdliyin yang mayoritas ahli hisab alias rokok, semestinya usai rokokan dan meminum kopi, giginya harus dibersihkan dengan sikat gigi dan pastanya.

Gigi Butuh Vitamin
Gigi sama dengan organ tubuh lainnya. Yang mana memerlukan vitamin. Biasanya vitamin tersebut terdapat dalam pasta gigi dan makanan. Seperti sayuran yang berserat tinggi. Sebab akan menghilangkan kotoran yang tertinggal di gigi. Berikut tips khusus menjaga kesehatan gigi, antara lain:

Pertama, Sikatlah gigi kita secara teratur sebelum tidur dan setelah makan, agar kuman tidak menempel.

Kedua, harus pandai memilih dan memilah penggunaan sikat gigi. Upayakan menghindari sikat yang terlalu keras, dan lembek. Ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat bisa membersihkan gigi dari depan ke belakang.

Ketiga, pastikan kita tau teknik menyikat gigi yang benar. Model vertikal digunakan dari arah gusi ke ujung gigi. Untuk rahang atas, dari atas ke bawah. Untuk rahang bawah, ke atas. Bagian luar, dalam, dan permukaan gigi yang biasa digunakan mengunyah disikat dengan teliti. Tak usah terlalu keras.

Keempat, bagian gusi pun harus disikat. Sebab di sana ada sisa makanan lunak yang menempel. Jika dilakukan, maka secara otomatis akan memberikan pijatan terhadap gusi.

Kelima, usahakan saat menyikat gigi menggunakan cermin, agar kelihatan keadaan gigi kita.

Keenam, enam bulan satu kali ke dokter gigi, demi menjaga kebersihan gigi kita.

Semoga tips yang diberikan oleh redaksi bisa bermanfaat bagi khalayak.

*) Ketua Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Sumenep

- ADVERTISEMENT -
A. Habiburrahman
Read, Write, and Imagine
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x