Nahdliyin, Catat Panduan Pelaksanaan Kurban Selama Pandemi

Kota, NU Online Sumenep

Hari Raya Idul Adha 1442 H kali berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lantaran, pemerintah pusat menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat edaran nomor 4162/C.1.34/07/2021 tertanggal 28 Dzulqa’dah 1442 H / 9 Juli 2021 M mengenai protokol kurban pada masa pandemi Covid-19. Berikut ini penjelasannya:

Protokol Kedatangan Hewan dari Daerah Asal

  1. petugas menggunakan pelindung muka, masker kain dan sarung tangan.
  2. Jaga jarak 1-2 meter dari orang yang mengantar hewan ternak.
  3. Pengantar hewan ternak tidak perlu turun dari mobil untuk menghindari potensi penularan.
  4. Petugas yang menurunkan adalah petugas yang berjaga di area penjualan.
  5. Petugas yang menurunkan hewan wajib menggunakan sarung tangan dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bertugas.
  6. Transaksi dilakukan non tunai atau transfer.

 

Protokol Penjualan dan Pembelian Hewan Kurban

  1. Transaksi penjualan dan pembelian hewan kurban dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi daring atau koordinir oleh panitia (Dewan Kemakmuran Masjid, Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat Nasional atau organisasi/lembaga Amil Zakat lainnya).
  2. Untuk pembelian secara langsung menerapkan pembatasan waktu penjualan.
  3. Petugas menggunakan pelindung muka, masker kain dan sarung tangan.
  4. Layout tempat penjualan dengan memberi tanda jarak 1 meter tiap titik antrian.
  5. Membuat akses satu pintu dengan tali rafia, pembedaan pintu masuk dan pintu keluar, alir pergerakan satu arah.
  6. Penempatan fasilitas cuci tangan yang mudah diakses.
  7. Calon pembeli hewan kurban harus menggunakan masker selama di tempat penjualan.
  8. Setiap orang yang masuk dan keluar dari tempat penjualan harus melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir dan atau terlebih dahulu menggunakan hand sanitizer kandungan alkohol paling kurang 70%.
  9. Melakukan pengukuran suhu tubuh (screening) di setiap pintu masuk lokasi penjualan dengan alat pengukur (thermogun) oleh petugas/pekerja dengan memakai APD (masker atau faceshield). Setiap yang memiliki suhu tubuh di atas 37,5 °C, memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang masuk lokasi penjualan hewan ternak.
  10. Setiap orang yang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya. Dan memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.

 

Protokol Pengantaran Hewan Ternak

  1. Petugas menggunakan pelindung muka face shield, masker kain dan sarung tangan.
  2. Hindari kontak dengan pembeli atau petugas kurban.
  3. Petugas pengantar hewan menurunkan hewan kurban dan mengikat secara langsung tanpa melibatkan pembeli untuk menghindari kontak.
  4. Menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.
  5. Protokol Penyembelihan dan Pemotongan Hewan Kurban.
  6. Penyembelihan dan pemotongan hewan kurban disarankan dilakukan di rumah potong hewan (RPH). Jika tidak memungkinkan akses RPH, maka boleh dilakukan pemotongan hewan di lingkungan setempat dengan memenuhi protokol kesehatan.
  7. Melakukan pembatasan di fasilitas pemotongan hewan kurban yang hanya dihadiri oleh panitia.
  8. Petugas penyembelih dan pemotongan menggunakan pelindung muka face shield, masker kain, dan sarung tangan plastik dan tidak menggunakan jam tangan.
  9. Petugas penyembelih dan pemotongan hewan kurban diukur suhu tubuhnya sebelum bertugas. Petugas yang memiliki suhu di atas 37,5 °C atau memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas/ dilarang bertugas.
  10. Petugas menyediakan fasilitas CTPS atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol paling kurang 70% di setiap akses masuk atau tempat yang mudah dijangkau.
  11. Penyembelihan hewan dilakukan di tempat terpisah sehingga tidak terlihat oleh hewan lainnya untuk menghindari stress pada hewan.
  12. Satu sapi dipotong oleh maksimal 5 orang. 1 penyembelih, 4 yang memegang hewan ternak.
  13. Setelah proses penyembelihan selesai, petugas melakukan aktifitas pengulitan, pencacahan, penanganan dan pengemasan daging paket kurban dengan menjaga jarak minimal 1 meter antar petugas.
  14. Petugas menghindari menyentuh muka termasuk mata, hidung, telinga dan mulut sampai dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau gunakan tisu basah jika terpaksa.
  15. Melakukan pembersihan dengan disinfektan terhadap peralatan sebelum dan setelah digunakan, membuang kotoran dan atau limbah pada fasilitas penanganan kotoran/limbah.
  16. Setiap petugas yang selesai menyembelih segera membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) sebelum kontak langsung dengan keluarga/orang lain.
  17. Setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya dan memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.

Protokol Pendistribusian Daging Kurban

  1. Petugas penyembelih dan pemotongan hewan kurban menggunakan pelindung muka face shield, masker kain dan sarung tangan.
  2. Disarankan pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahil agar tidak terjadi kerumunan.
  3. Namun jika pendistribusian secara langsung di lokasi kurban, maka dilakukan pengaturan jadual antrian dengan pembagian waktu bergilir.
  4. Layout tempat pembagian daging kurban dengan memberikan batas 1 meter tiap titik antrian.
  5. Membuat akses satu pintu dengan tali rafia, pembedaan pintu masuk dan keluar, alur pergerakan satu arah.
  6. Penempatan fasilitas cuci tangan yang mudah diakses.
  7. Calon penerima daging kurban harus menggunakan masker selama di tempat pembagian daging kurban.
  8. Setiap orang yang masuk dan keluar harus melakukan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan atau terlebih dahulu menggunakan hand sanitizer kandungan alkohol paling tidak 70%.
  9. Melakukan pengukuran suhu tubuh (screening) di setiap pintu masuk lokasi pembagian daging kurban dengan alat pengukur (thermogun) oleh petugas/pekerja dengan memakai APD (masker atau faceshield) setiap yang memiliki suhu tubuh di atas 37, 5 °C, memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang masuk lokasi pembagian daging kurban.

Editor: A. Warits Rovi

- ADVERTISEMENT -
Ibnu Abbas
Pemimpin Redaksi NU Online Sumenep
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x