Nahdliyin, Manfaatkan Masa PPKM dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Kota, NU Online Sumenep

Kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPK) Darurat masih terus berlanjut. Belakangan muncul kabar bahwa akan diperpanjang hingga beberapa pekan ke depan. Lantaran kondisi pandemi Covid-19 masih terus memprihantikan.

Meski begitu, tentu ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh warga NU selama masa PPKM ini. Selain bisa lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga, sanak famili dan handai tolan di rumah, juga meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Seperti melaksanakan puasa.

Saat ini sudah memasuki bulan Dzulhijjah, dimana umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah Puasa Tarwiyah dan Arafah. Momentum yang hanya tahunan ini sangatlah disayangkan bilamana terlewatkan begitu saja. Apalagi, masa-masa PPKM, segala bentuk aktivitas dan kegiatan masyarakat dibatasi. Sehingga lebih banyak waktu dan tenaga untuk meningkatkan ibadah.

Seperti yang disampaikan Kiai Subairi Karim, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Beliau mengimbau agar masyarakat, utamanya warga NU bisa memanfaatkan masa PPKM untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

“Mari bersama-sama kita tingkatkan ibadah kepada Allah SWT di masa PPKM ini. Apalagi saat ini sudah memasuki bulan Dzulhijjah. Dimana kita dianjurkan untuk melaksanakan ibadah Puasa Tarwiyah dan Arafah,” ungkap beliau kepada NU Online Sumenep, Sabtu (17/7/2021).

Berangkat dari kesadaran itu, Redaksi NU Online Sumenep telah menyiapkan beberapa hal berkaitan dengan dua puasa sunnah tersebut. Berikut ini penjelasannya:

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Sunnah Tarwiyah merupakan istilah dalam literatur fiqih yang biasa disematkan untuk ibadah puasa di tanggal 8 Dzulhijjah. Sangat disayangkan bilamana dilewatkan. Sebab menurut salah satu hadits disebutkan bahwa puasa pada hari Tarwiyah ini bisa menghapus dosa selama satu tahun.

Meski hadits ini dikatakan dlaif (cacat dalam periwayatan), namun para ulama memperbolehkan untuk mengamalkan dalam rangka fadlailul a’mal (mendapatkan keutamaan). Selain itu hadits tersebut juga tidak ada kaitannya dengan persoalan aqidah (iman) dan syariat (hukum).

Sebagaimana ibadah puasa lainnya, Puasa Tarwiyah ini dianjurkan untuk melafalkan niat pada malam hari, atau sebelum masuk waktu pelaksanaan puasa, yakni sebelum Subuh. Berikut ini niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.

Sedangkan Puasa Sunnah Arafah, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, dianjurkan untuk menjalankan ibadah yang satu ini. Beberapa ulama dari Madzhab Syafii menganjurkan puasa selama delapan hari pertama bulan Dzulhijjah di samping anjuran puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

ويسن صوم الثمانية الأيام قبله وهو المراد بقوله وعشر ذي الحجة لكن الثامن مطلوب احتياطا ليوم عرفة ولدخوله في الثمانية

Artinya: Puasa selama 8 hari sebelum hari Arafah dianjurkan. Ini yang dimaksud dengan perkataan matan, ’10 Dzulhijjah’. Tetapi puasa pada 8 Dzulhijjah dianjurkan sebagai bentuk ihtiyath terhadap hari Arafah dan juga termasuk 8 hari pertama Dzulhijjah. (lihat Syekh Said Muhammad Ba’asyin, Busyral Karim, [Beirut: Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H], juz II, halaman 488).

Syekh M Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain, mengatakan: puasa delapan hari sebelum hari Arafah (dianjurkan) bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Puasa Arafah memiliki berbagai keutamaan. Bagi yang menjalankan ibadah puasa ini akan dihapuskan dosanya selama dua tahun. Tertera dalam hadits yang diriwayatkan Abu Qatadah rahimahullah, Rasulullah bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya: Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR Muslim).

Bagi masyarakat utamanya Nahdliyin yang ingin menjalankan ibadah Puasa Arafah 09 Dzulhijjah, yakni bertepatan dengan Senin (19/07/2021). Dan dianjurkan untuk melafalkan niat puasa sunah Arafah di malam harinya. Berikut ini lafal niat puasa Arafah:

   نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.

Meski selama dua tahun terakhir ibadah haji tidak dapat dilaksanakan karena pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah itu. Dalam suasana normal, pada 09 Dzulhijjah jamaah haji sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Karena itu, puasa ini sangat dianjurkan untuk ikut merasakan nikmat yang sedang dirasakan para jamaah haji di tanah suci.

Jadi, sangat pas sekali. Momentum PPKM ini dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT seraya memohonkan agar pandemi ini segera diangkat dari muka bumi.

Editor: A. Warits Rovi

- ADVERTISEMENT -
Ibnu Abbas
Pemimpin Redaksi NU Online Sumenep
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x