Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih, Dzurriyah Nabi, Pelita Umat yang Tawadlu

Kota, NU Online Sumenep

Kabar wafatnya Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih tersiar melalui pesan di group WhatsApp, Rabu (21/7/2021) malam. Kepergian beliau tentu menyisakan duka bagi segenap Nahdliyin. Utamanya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

Lantaran, almarhum itu merupakan sosok Dzurriyah Nabi yang dikenal memiliki sikap Tawadlu. Hal ini disampaikan KH. M. Zainur Rahman Hammam (selanjutnya disebut Kiai Zainur), Wakil Rais PCNU Sumenep kepada NU Online Sumenep, Kamis (22/7/2021).

Menurut Kiai Zainur, sikap almarhum Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih yang perlu diteladani adalah sikap tawadlu’. Hal itu dapat dilihat ketika almarhum bertemu dengan para kiai di berbagai acara maupun majelis ta’lim. Sikap keseharian beliau menjadi pelita bagi seluruh umat.

“Beliau sangat menghargai ilmu dan sangat tawaduk ketika bertemu dengan para kiai. Sangat sabar walaupun ketemu dengan orang lain yang marahnya meledak-ledak. Tetapi beliau tetap tersenyum yang sesungguhnya dalam ukuran akal menjengkelkan,” ungkap Kiai Zainur kepada NU Online Sumenep.

Tidak hanya itu, almarhum yang merupakan Mustasyar PCNU Sumenep juga telaten dan sabar dalam merawat umat. Bila tidak berhalangan, almarhum tidak jarang hadir ke pelosok-pelosok desa, khususnya di Kabupaten Sumenep untuk membimbing umat.

Awal mula Kiai Zainur dekat dengan almarhum saat di acara buka puasa bersama beberapa tahun lalu di Kantor PCNU Sumenep. Di kesempatan itu, Kiai Zainur menanyakan tentang Shalawat dari Sayyid Alwi Bilfaqih, kakek almarhum Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih.

“Awal dekat dengan beliau dalam acara buka puasa bersama beberapa tahun lalu di Kantor PCNU Sumenep. Saya sempat bertanya kepada beliau, karena saya menemukan di catatan kakek buyut saya, Kiai Muqri tentang redaksi Sholawat dari Sayyid Alwi Bilfaqih, Kakek beliau, Bin Syekh bin Alwi bin Abu Bakar Bilfaqih,” imbuh Kiai Zainur.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri, Prenduan, Pragaan Sumenep itu juga menceritakan tentang perihal yang dipesankan almarhum Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih sebelum wafat. Almarhum berpesan agar umat Islam khususnya di Sumenep tetap berpegang teguh kepada Ahlussunnah Wal Jama’ah, dan menyambung ikatan rohaniah kepada Nabi Muhammad SAW dengan maulid atau merayakan sendiri.

“Beliau sangat menggemari pembacaan maulid baik maulid Dlibai, Habsi, Maulid Barzanji, lebih-lebih Maulid Mahmud karya kakek beliau sendiri Habib Alwi bin Abu bakar,” tutur Kiai Zainur menceritakan.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Senin, 4 Juli 2021, Almarhum Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih sempat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Al-Hikmah asuhan Kiai Abi Suja’i di Pragaan Daya. Di kesempatan itu, almarhum sempat mampir ke kediaman Kiai Zainur di Karang Kapoh, Prenduan Sumenep.

“Beliau hadir dan bahkan membacakan sholawat. Sebelumnya beliau sempat menyempatkan diri mampir ke rumah saya. Jadi itu terakhir kali saya bertemu beliau bersama beberapa putranya,” ungkap Kiai Zainur menjelaskan.

Kemudian, kaitannya dengan Nahdlatul Ulama. Almarhum Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih juga meminta agar pengabdian di NU harus benar-benar diniatkan untuk Ahlussunah Wal Jamaah, dengan tetap menjaga ketersambungan sanad keilmuan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

“Pengabdian di NU harus benar-benar untuk Ahlussunah Wal Jamaah. li i’lai kalimatillah. Dengan tetap menjaga ketersambungan sanad kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” dawuh Almarhum Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih kepada Kiai Zainur.

Sekedar diketahui, jenazah Almarhum Habib Muhammad bin Syekh Bilfaqih akan dikebumikan sekitar pukul 15.30 WIB.

“Semoga kita bisa meneladani pengabdiannya pada jam’iyah. Dan kelak di akhirat, kita bisa berkumpul bersama Nabi dan para dzurriyahnya,” pungkas Kiai Zainur.

Editor: Abdul Warits

- ADVERTISEMENT -
Ibnu Abbas
Pemimpin Redaksi NU Online Sumenep

1 KOMENTAR

  1. Ketawadlu’an beliau sangat saya rasakan sendiri. Masjdi Bustanul Karamah Angsanah Lenteng Barat adalah beliau yang merestui dan meresmikannya. Setiap beliau berkunjung ke rumah, beliau dengan begitu sejuknya memberikan petuah dan doa…

    Sangat kehilangan beliau…

    Untuk beliau, Al-Faatihah

Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x