spot_img

Kapolres, Dandim dan Dinkes Sumenep: Tolak Berita Hoax tentang Vaksin Covid-19

Batuan, NU Online Sumenep

Belakangan ini, ragam isu berkembang di tengah-tengah masyarakat tentang vaksin Covid-19. Bahkan tidak jarang masyarakat juga resah dengan informasi yang provokatif. Meski sejak awal pemerintah menegaskan bahwa program vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Atas dasar itu, TVNU Sumenep menggelar live Podcast spesial Covid-19 dengan menghadirkan Kepala Polisi Resort (Kapolres), Komandan Distrik Militer (Dandim) 0827 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Kamis (30/7/2021).

Acara yang disiarkan langsung di kanal YouTube resmi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu dipusatkan di lantai satu kantor PCNU setempat Jalan Trunojoyo Nomor 295 Batuan Sumenep.

Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya menyampaikan bahwa sejak tanggal 26 Juli hingga tanggal 2 Agustus 2021, Kabupaten Sumenep sudah melalui beberapa tahapan proses Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Mulai dari tanggal 26 Juli sampai dengan 02 Agustus tahun 2021, Sumenep Sudah melalui beberapa tahapan proses PPKM, Mulai dari PPKM Darurat hingga memasuki PPKM level 3 khususnya di Sumenep,” ucapnya.

Dirinya menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama Dandim 0827 Kabupaten Sumenep serta Forkopimda terus bersinergi dengan melakukan berbagai upaya dan langkah langkah strategis untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Sumenep. Salah satunya mengurangi mobilitas dan kerumunan masyarakat di waktu malam hari.

Orang nomor satu di Kapolres Sumenep itu juga meminta agar masyarakat tidak percaya dengan berita Hoaks terkait vaksin yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan pihaknya meminta jika masyarakat Sumenep mendapatkan berita hoaks terkait vaksin agar segera melaporkan ke Mapolres Sumenep.

“Stop penyebaran Hoax/berita Bohong mengenai Vaksin, karena hal itu akan menjadi polemik dan kesimpangsiuran di masyarakat. Apabila dijumpai berita bohong atau Hoaks mengenai vaksin Covid-19 agar masyarakat segera melaporkan ke Mapolres Sumenep agar ditindaklanjuti,” tandasnya.

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Nurcholis, mengharap kepada masyarakat di Kabupaten agar di masa masa pandemi ini untuk tetap mensupport kebijakan pemerintah karena menurutnya apapun yang dilakukan pemerintah adalah hal terbaik untuk memberikan keselamatan dan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami memohon kerjasamanya untuk tetap patuh terhadap anjuran dan kebijakan pemerintah, karena setiap kebijakan yang sudah diwajibkan pemerintah itu semata mata hanya ingin menyelamatkan masyarakat dari virus covid-19. Maka dari itu tetaplah disiplin Prokes dan hindari kerumunan massa,” pintanya.

Agus Mulyono MCH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menuturkan bahwa vaksinasi tidak akan membunuh manusia, tetapi justru mencegah virus dan memberikan kekebalan. Sebab data menunjukkan, mayoritas yang wafat tidak mendapatkan vaksinasi.

“Kekebalan ada dua, yaitu kekebalan alami yang diberikan Allah SWT dan kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi. Hanya 1 vaksin yang sampai detik belum ditemukan, yakni vaksin HIV AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome),” ungkapnya.

Dirinya mengajak pada warga agar tidak takut dirapid test antigen. Sebab tahap awal ini bisa mengetahui seseorang terkonfirmasi atau tidak. Seluruh alat memiliki sensitivitas dan kespesifikan dalam melacak virus.

“Baik varian lama atau pun baru, penularannya melalui kontak langsung dan erat. Semuanya tergantung pada daya tahan tubuhnya. Bahkan WHO mengeaskan bahwa Covid-19 saat ini sudah ada di udara. Oleh karenanya kami mengimbau untuk memakai masker. Jika tidak, maka virus tersebut akan masuk lewat hidung dan virus itu akan menempel di paru-paru. Ada pula yang mengatakan bahwa virus kali ini menempel di makanan,” ajaknya.

Di akhir acara, ia mengajak pada warga untuk tidak mempercayai berita hoks. Sebab negara tidak mungkin mengcoronakan warganya sebelum ada hasil yang akurat. Jika memang takut, pemerintah memberikan alat lain, seperti PCR.

“Ingat, setiap infeksi pasti panas. Agar tidak terinfeksi, mari kita sukseskan vaksinasi massal. Agar Sumenep tidak dikategorikan level 4. Alhamdulillah, kali ini di RSUD dan Puskesmas mulai menurun kasus ini. Jangan lupa, jaga kewaspadaan dan lindungi keluarga kita,” pungkasnya.

Editor: Abdul Warits

Ibnu Abbas
Pemimpin Redaksi NU Online Sumenep
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x