spot_img

Perempuan Istiqamah itu Bernama Nyai Makkiyah (Nyi Yung)

Ulfa Hanna

Banyak laki-laki yang gengsi mengakui kehebatan pasangannya. Ego superiornya terlalu mendominasi, sehingga tidak rela apabila ia menjadi sosok yang inferior, entah dalam ranah domestik, lebih-lebih di wilayah publik. Hal ini sudah menjadi rahasia umum, apalagi di tempat dimana sistem patriarki mengakar dan sulit sekali dilawan.

Namun tidak dengan sosok kiai nyentrik yang saya temui ini, seorang kiai yang baru saja ditinggalkan kekasih hatinya, enam hari yang lalu. Dari awal sampai akhir cerita, saya menangis sesenggukan, apalagi pada saat beliau mengakui bahwa level/derajat istrinya berada di atas dirinya. Baru kali ini saya mendengar secara sadar atas persaksian beliau terhadap istrinya yang sangat luar biasa.

Bahasa beliau waktu itu, “Kok baru sekarang kamu menunjukkannya padaku, Yung. Mulai saat ini saya mengakui kehebatanmu dan untuk hal ini saya berada jauh di bawah levelmu”. Dan sejak saat itu Ra Faizi tidak lagi menyebut istrinya dengan sebutan, dia, kamu, ataupun namanya langsung, sebagai bentuk penghormatan kepada istrinya, Ra Faizi menyebutnya “Beliau”.

Perihal apa? Mengapa sosok Ra Faizi sampai begitu takluk di hadapannya? Memangnya siapa sebenarnya Nyi Yung ini?

Sebelum Ra Faizi bercerita tentang Nyi Yung, beliau yang saya kenal ada sosok perempuan yang cantik, manis, sabar, ramah, murah senyum, dan tak pernah sekalipun saya melihatnya marah. Maka ketika Ra Faizi bilang waktu itu untuk memaafkan semua kesalahan-kesalahan almarhumah, saya langsung bilang bahwa Nyi Yung sepertinya sulit untuk dicari kesalahan dan dosanya, justru saya yang meminta maaf barangkali punya salah terhadap Nyi Yung.

Belakangan saya tahu bahwa Nyi Yung adalah perempuan yang istiqomah membaca Dalailul Khairat. Menurut Ra Faizi, beliau mengamalkan Dalail sejak di usia kira-kira 12 tahun. Berarti sampai beliau wafat di umurnya yang ke-39, Dalail itu sudah dibacanya selama 27 tahun. Bahkan, ada fase di mana beliau pernah mengkhatamkan Dalail setiap hari (umumnya, orang membacanya tiap hari dan khatam per minggu) dan menghatamkan Al-Qur’an per tiga hari (artinya membaca 10 juz per hari).

Bait-bait shalawat itu sudah mendarah daging, menjadi bagian dari dirinya yang tak terpisahkan. Saya takjub sekali, bagaimana beliau membagi waktu untuk membacanya, dengan aktivitas beliau yang menjadi pengasuh harus mendidik para santri, juga seorang istri dan ibu dari empat orang anak. Dalail itu tidak sedikit, membutuhkan waktu tiga jam lebih untuk membacanya. Ya Allah, saya terharu sekaligus bangga pada beliau. Bahkan saya juga iri karena saya hanya bisa membaca Dalail sebulan sekali, padahal saya tidak sesibuk Nyi Yung jika dibandingkan dengan aktivitas-aktivitas nya.

Bukti bahwa Nyi Yung tidak pernah meninggalkan membaca Dalail, diceritakan oleh Ra Faizi bahwa pernah nyi Yung membaca Dalail di Cafe saat ikut Ra Faizi mengisi acara, beliau tetap khusyuk namun ketika ada yang mengajaknya ngobrol beliau berhenti dan menyembunyikan kitabnya agar tidak kelihatan bahwa beliau sedang membaca.

Barangkali khawatir dianggap riya’, padahal amalan yang tetap diterima meski berniat untuk dipuji orang (riya’) adalah shalawat, begitu disebutkan dalam sebagian riwayat.
Pernah juga nyi Yung membacanya di mobil, dalam sebuah perjalanan, dan Ra Faizi memperhatikannya lewat kaca. Dawuhnya Ra Faizi waktu itu, “Saya senang sekali melihat pemandangan itu, Fa”, duh ya Allah, talkah!

Dalail Khairat adalah sebuah kitab berisi kumpulan sholawat Nabi yang dikarang oleh Syeikh Abu Abdullah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli (w. 870 H.), seorang waliyullah besar kelahiran Maroko, Qutubuzzaman pada masanya. Kitab ini disusun oleh pengarangnya berdasar jumlah hari, dari Ahad sampai Sabtu. Tujuannya agar bisa dijadikan wiridan setiap hari oleh para pengamalnya. Dan pengarang kitab ini hadir beserta cahaya terang benderang menjelang Nyi Yung Wafat. Allahu Rabbi, saya selalu tak kuasa menahan air mata ketika sampai pada part ini. Begitupun dengan Ra Faizi yang berkaca-kaca dan suaranya bergetar pada saat beliau bercerita.

“Waalaikumsalam”
“Enggi”
“Enggi”
“Paserah?”
“Enggi, Waalaikumsalam”

Dialog Nyi Yung kala itu, dalam ceritanya beliau didatangi sosok bersurban memanggil salam dan menanyakan beberapa hal. Lalu Nyi Yung bertanya siapa orang tersebut, lalu sinar terang benderang yang membuat Nyi Yung merasa silau melihatnya menjawab bahwa beliau adalah Syekh Sulaiman.

Ra Faizi melanjutkan ceritanya sambil tercekat, beliau bilang bahwa pengarang kitab Dalail yang menjadi amalan Nyi Yung setiap hari datang beserta cahaya terang benderang dan cahaya itu yang menjawab langsung bahwa beliau adalah Syeikh Sulaiman al-Jazuli.

Setelah itu Ra Faizi menelungkupkan tangannya di hadapan Nyi Yung sambil berderai dan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibanding istrinya yang mempunyai tingkat spirituaitas yang begitu tinggi.
(Masih banyak lagi kejadian supranatural lainnya yang diceritakan oleh Ra Faizi dan insyaAllah akan saya tulis di lain kesempatan).

Benar, bahwa yang membedakan manusia di hadapan Tuhan adalah ketaqwaannya. Bukan Ras, Suku, maupun jenis kelaminnya. Baik laki-laki maupun perempuan apabila beramal shaleh, baik vertikal maupun horizontal, amal ritual pun sosial, ia akan menjadi hamba yang mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah dan dibanggakan oleh Rasulullah.

Nyi Yung sudah membuktikannya, seorang perempuan shalihah yang istiqamah, ramah, dan sabar juga ikhlas dalam melalui masa sakitnya dengan selalu mengucapkan “Alhamdulillah”.

Semua streotype tentang perempuan yang dianggap kurang akal dan agama, dijudge sebagai sumber fitnah, dan anggapan-anggapan negatif lainnya luruh di hadapan sosok bunyai yang luar biasa ini, dan saya yakin masih banyak perempuan di muka bumi ini yang shalihah, mempunyai tingkat spiritulitas yang tinggi, intelektualitas yang mumpuni, dan jiwa sosial yang kuat untuk membantu sesama.

Salam ta’dzim untuk ajunan Nyi Yung, semoga kami para perempuan bisa meneladani keistiqamahan ajunan.

*Penggerak Gusdurian Sumenep dan aktif di Lakpesdam PCNU Sumenep.

Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x