spot_img

SMP NU Sumenep Bekali Siswa Pelatihan Perundungan

Kota, NU Online Sumenep

Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU) Sumenep kembali melanjutkan pelatihan anti perundungan pada siswa, Sabtu (25/9/2021). Dipertemuan kedua kali ini para agen perubahan diminta untuk bermain peran atau role playing dalam menghadapi anti perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah. Perilaku Perundungan tidak hanya dilakukan oleh mereka yang secara langsung melakukan aksinya kepada lawan atau teman sebayanya, tapi perilaku perundungan juga dilakukan oleh mereka yang mendukung atau diam saja melihat aksi perundungan tersebut.

Panitia juga menyediakan kotak perubahan. Di mana para agen perubahan (siswa) berjanji untuk tidak melakukan sesuatu yang akan menyakiti temannya. Kotak perubahan bertujuan untuk menjaga komitmen agen perubahan akan sikapnya untuk menolak dalam bentuk apapun aksi perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Zainal Abidin, Kepala Sekolah SMP NU Sumenep mengutarakan, perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan atau pun kelompok.

“Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya,” tuturnya saat membuka acara.

Selain itu, dirinya mengajak agar tidak diam ketika melihat aksi perundungan yang terjadi di sekolah, karena hal itu merupakan tanggung jawab bersama untuk menjadi pembela.

“Kami akan menggembleng para siswa selama sepuluh kali pertemuan. Kami yakin para agen perubahan (siswa) akan dibekali secara mendalam dan menyeluruh tentang anti perundungan yang nantinya akan mengurangi aksi perundungan itu,” pungkas pria yang kini menjadi Sekretaris Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Sumenep itu.

Seluruh penyaji dari kalangan internal, yakni guru SMP NU yang sudah mendapat pelatihan dari Pusat Pengembangan Karakter yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) yang bekerjasama dengan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF).

Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x