spot_img

Hari Jadi Jatim ke-76, Gubernur Ajak Warga Bangkit dari Pandemi

Kota, NU Online Sumenep
Peringtan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-76, hakikatnya ungkapan rasa syukur pada Allah SWT. Perjalanan sejarah yang penuh dinamika ini dibutuhkan ketegaran sikap, kekuatan mental dan ketenangan dalam melangkah di situasi normal maupun sulit, sehingga telah mengantarkan pada segala kemajuan yang telah didapatkan bersama.

Pernyataan disampaikan oleh Ny Hj Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jatim di gedung negra Grahadi Suarabaya, Rabu (13/10/2021) yang ditayangkan di kanal YouTube Kominfo MMC.

Tak hanya itu, beliau mengucapkan terima kasih pada tim panahan Jatim yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua. Selama 40 tahun 10 kali PON, berturut turut nama provinsi meraih juara umum.

“Kemajuan yang kita capai saat ini merupakan buah kerja keras dari kegigihan dan ikhtiar serta diukiti doa warga dalam menggerakkan proses pembangunan. Di mana pembangunan sebuah perjalanan untuk mewujudkan warga yang damai, aman, sejahtera, mulia, unggul dan optimis dalam menatap masa depannya,” imbuhnya.

Mantan Menteri Sosial Indonesia ke-27 itu mengajak pada warga agar menghormati capaian-capain yang telah lampau maupun kerja yang dilakukan hari ini. Sebab kemampuan berdialog dengan masa lalu, dapat menentukan apa saja program yang akan dirawat dan dipertahankan.

“Potensi yang kita miliki bisa membawa Jatim menjadi lebih maju ke depan. Al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik,” tuturnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Kabinet KH Abdurrahman Wahid itu mengegaskan, hambatan yang dihadapi saat ini harus direspon dan diantisipasi lebih baik lagi. Karena HUT ini sejatinya tidak lepas dari terbentuknya pemerintahan yang ditandai dengan dimulainya penyelenggaran pemerintah pada 12 Oktober 1945 dengan gubernur pertema Raden Mas Temenggung Ario Suerjo.

“Lewat momen inilah yang melandasi HUT Jatim diselenggarakan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Jatim,” ungkapnya.

Dijelaskan pula, sudah 1 tahun lebih seluruh warga Jatim menghadapi Covid-19 yang menggunacangkan tatanan ekonomi, kondisi politik, dan interaksi kebudayaan umat manusia. Di tengah gelombang kesehatan ini, Pemprov dan warga tidak boleh mundur dan kalah.

“Dengan rahmat Allah dan didukung ikhtiar kesungguhan hati. Kita bersama-sama bertahan dan tidak menyerah pada keadaan. Kita tetap solid, satu kesatuan dan menyadari bahwa wabah ini menjadi tanggung jawab negara demi menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh bangsa,” tegasnya mantap.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU tersebut mengatakan, tema yang ikrarkan di HUT Jatim adalah ‘Jatim Bangkit’. Ketika memaknai sebuah pembangunan, maka harus belajar dari tinta emas keberhasilan masa lalu atau pendahulu yang mengasah kekuatan mental, bangkit, tegak beridiri dalam situasi sulit.

“Kita harus meresapi ajaran proklamator kita, yaitu Ir H Soekarno di acara Maulid Nabi tahun 1963, beliau berkata, untuk menjadi bangsa yang besar, kita tidak hanya terus berada dalam situasi zona nyaman. Kita harus siap digembleng setiap hari, meskipun tercamam hampir hancur lebur, tapi bangkit kembali. Hanya dengan cara itu, kita menjadi bangsa yang memiliki otot kawat berkalung besi,” pintanya.

Selain itu, ibu Khofifah menceritakan pelopor kebangkitan nasiona dr. Soetomo yang memperkuat kesadaran kebangsaan pada para dokter usai menamatkan pendidikan kedokteranya di Belanda tahun 1923.

“Lewat aksi heroiknya, kita wajib melampaui ancaman pandemi ini. Kita bangkit secara silmultan demi perlindungan kesehatan warga dan kebijakan negara yang peduli pada warganya,” katanya.

Menurut kacamatanya, kesehatan dan sosial ekonomi adalah dua sisi dari 1 koin mata uang. Kebijakan untuk melindungi kesehatan warga berjalan seiiring dengan inisiatif maju guna untuk menggerakan roda sosial okonomi.

“Upaya menekan populasi terpapar Covid-19 harus sejalan dengan inisiatif pemerintah guna menekan kemiskinan warga dan meningkatkan kesejahteraan warga. Itulah makna kebangkitan dari sudut pandang pembangunan Jatim,” ulasnya.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mengutarakan, bersama TNI, Polri, dan pimpinan Forkopinda, telah melakukan tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif guna menekan penyebaran dampak Covid.

“Kami pastikan pemerintah serius menangani pandemi ini dan berkomitmen agar seluruh warga terlindungi kesehatannya,” tandasnya.

Alumni Universitas Indonesia (UI) Jakarta itu menyatakan, bahwa 2 hari lalu tepatnya 11 Oktober 2021, kasus tekonfimrasi tinggal 47 per-hari. Pada 5 hari terkahir, kematian hanya 1 kasus per-hari. Bahkan yang awalnya Rumah Sakit kewalahan menangani kasus tersebut, seminggu terakhir 0% pasien.

“Ketika angka ini turun, maka kesembuhan per-hari mengalami peningkatan. Sudah 1 bulan lebih Jatim masuk level 1. Semoga terus melandai di periode yang sama. Terima kasih pada seluruh tim, semoga dicatat oleh Allah SWT,” doanya.

Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi
POST TERKAIT
x