Fatayat NU Sumenep Gelar Pelatihan Konseling

- Advertisement -

Kota, NU Online Sumenep

Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) PC Fatayat NU Sumenep mengadakan pelatihan konseling lanjutan pada Ahad (13/11/2022) di lantai dasar kantor PCNU Sumenep.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 lebih peserta yang merupakan perwakilan pengurus LKP3A di tingkatan PAC Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep.

LKP3A sendiri merupakan lembaga khusus yang diprospeksikan sebagai tempat konsultasi persoalan-persoalan yang terkait dengan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak khususnya di lingkungan kader Fatayat. Seperti yang diketahui, LKP3A ini adalah lembaga yang dibentuk oleh hampir seluruh PC Fatayat NU se-Jatim di bawah koordinasi LKP3A PW Fatayat NU Jawa Timur.

Sebelumnya, pengurus LKP3A di tingkatan PC Fatayat NU Sumenep sudah mendapatkan pembekalan dalam pelatihan yang diadakan oleh LKP3A PW Fatayat NU Jatim di Surabaya beberapa minggu lalu. Pengurus inti pada LKP3A di tingkatan PC Fatayat adalah pengurus bidang politik hukum dan advokasi (Polhukad) PC Fatayat NU. Secara struktur keorganisasian, LKP3A yang merupakan lembaga yang dibawahi bidang Polhukad ini hampir sama dengan Fordaf (forum daiyah fatayat) yang berada di bawah koordinasi bidang dakwah PC Fatayat NU.

Pelatihan yang berlangsung seharian dari pukul 8 pagi hingga jam 4 sore ini mendatangkan narasumber dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumenep, Nyimas Robianti Pandanarum dan Nurul Sugiarti.

Nunung Fitriana, ketua LKP3A PC Fatayat NU Sumenep dalam materinya menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini, sahabat Fatayat di tingkatan PAC menjadi lebih paham dan terarah dalam menfasilitasi kader yang kebetulan menghadapi masalah.

“Tugas kita bukan lantas mencarikan solusi dan menyelesaikan masalah. Tetapi yang terpenting adalah memberikan penguatan secara mental, bahwa mereka tidak sendirian mengahadapi masalah. Contoh kecil dalam kasus KDRT, seorang istri yang mengalami KDRT pastilah butuh teman curhat. Nah, dengan adanya LKP3A ini, sahabat yang menghadapi masalah tidak akan salah memilih tempat curhat. LKP3A akan memegang rahasia sahabat yang sedang didampingi dan ditangani masalahnya. Secara kelembagaan, kami memiliki komitmen tinggi untuk merahasiakan kasus yang sedang dihadapi sahabat. Minimal tidak menjadikannya bahan ghibah,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pelaku kekerasan terkadang adalah kekasih korban dalam hubungan yang belum sah. Hal itu biasanya terjadi karena ada rasa cinta yang berlebih dari si perempuan sehingga tidak bisa melawan dan melindungi dirinya.

“Terkadang pelakunya adalah pacar atau kekasih. Hubungan yang belum sah, juga rawan kekerasan di dalamnya. Bisa jadi karena terlalu cinta, perempuan tidak melawan dan tidak berusaha melindungi dirinya sendiri dari perilaku kekerasan orang lain. Pelatihan seperti ini akan membuat kita lebih paham, ke mana harus mengadu, melapor dan minta arahan jika menghadapi masalah kekerasan,” tegasnya.

Sementara Nyimas Robianti Pandanarum dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa salah satu masalah yang sering terjadi adalah kekerasan pada perempuan dan anak yang dilakukan oleh orang terdekat korban.

“Ayah pada anak, suami pada istri, paman dan bibi pada keponakan, dan seterusnya. Upaya perlindungan harus dilakukan oleh setiap orang, terutama pada dirinya sendiri,” ujar Nyimas.

Antusiasme peserta terhadap pelatihan ini sangat besar karena masalah yang dibahas sangat dekat dan berhubungan dengan kehiduoan mereka sehari-hari. Acara ini merupakan kerja sama PC Fatayat NU Sumenep dengan NGO (Non-Governmental Organization) Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sumenep.

Pewarta: Joe Mawar
Editor: A Warits Rovi

- Advertisement -
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi

TerkaitBaca Juga

TrendingSepekan!

TerbaruUpdate!