Mahasiswa Instika Bertekad Lestarikan Budaya Samman Madura

- Advertisement -

Lenteng, NU Online Sumenep

Puluhan warga hadir menyesaki area Balai Desa Lembung Barat, Lenteng pada Sabtu (13/08/2022) malam. Mereka sedang menyaksikan pertunjukan tarian dan musik Samman Madura yang digelar digelar oleh Mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Instika 2022 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk dalam rangka menyambut peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah para pegiat seni budaya banyak yang hadir, warga Nahdliyin pun turut menikmati termasuk saat pegiat samman tadi tampil atraktif, kita akan terus berikhtiar melestarikan budaya tersebut,” ujar Zahrotunnaimah selaku Ketua Posko 35 KKN Integratif Instika Guluk-Guluk.

Menurut kacamatanya, budaya Samman mengandung spirit An-Nahdliyah. Hal ini karena ia merupakan bagian dari tarekat-tarekat yang ada di pulau Garam Madura.

“Ritual Samman berasal dari Tatekat Sammaniyah. Tarekat ini didirikan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Sammani yang lahir di Madinah tahun 1132 H. Tarekat Sammaniyah berhasil memperluas jaringan dan pengaruh besar di kawasan utara Afrika, yaitu Maroko hingga Mesir, Suriah dan Arabia. Daerah yang paling banyak mengikuti tarekat Samman sekarang ini adalah Sudan,” terangnya.

Mahasiswi Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Instika Guluk-Guluk ini menambahkan, di Indonesia, Tarekat Sammaniyah dikembangkan oleh Syekh Haji Ibrahim bin Abdullah yang lahir pada tahun 1920 di Padang dan meninggal di tahun 1991. Ia menerima Tarekat Sammaniyah dari Syekh Abdurrahman Kemangoniah di Padang Panjang.

“Tarekat Samman tersebar di penjuru Nusantara dan menjadi budaya di Banten berkat Kesultanan Banten yang banyak mempraktikkan tarekat, seperti tarekat Khalwatiyah, Naqsyabandiyah dan yang paling populer hingga kini adalah tarekat Sammaniyah,” jelas alumni Madrasah Al-Huda Desa Lembung Barat, Lenteng itu.

Lantas ia melanjutkan, Samman di Madura lebih dikenal sebagai budaya yang bersifat keagamaan dari pada suluk menuju Allah SWT. Ritual Samman ini selain sebagai tangga untuk mengasah ketajaman spritual, juga sebagai media untuk mengokohkan keluhuran budaya Madura yang religius.

“Sebagai khazanah keislaman orang Madura, ritual Samman ini juga dilestarikan oleh masyarakat Madura tapal kuda, seperti Bondowoso, Situbondo, dan sekitarnya yang nota bene juga warga Madura urban,” lanjut anggota lembaga Syu’bah Al-Lughah Al-‘Arabiyah (SLA) Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk ini.

Santri Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk ini berharap, ke depan agar para pemuda Desa Lembung Barat bisa juga melestarikan budaya Samman ini.

“Maka dari itu, guna melestarikan kesenian yang sudah menjadi budaya ini merupakan tugas para generasi atau para pemuda saat ini untuk belajar atau mengikuti acara ritual Samman ini. Sebab orang tua yang mengerti tentang kesenian ini tidak selamanya akan sehat dan bisa melestarikan kesenian yang sudah menjadi budaya ini,” pungkasnya.

Editor : Ach. Khalilurrahman

- Advertisement -
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi

TerkaitBaca Juga

TrendingSepekan!

TerbaruUpdate!

Ketua Ansor Sumenep Serap Aspirasi Kader

0
Pragaan, NU Online Sumenep Kiai Qumri Rahman, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep bincang-bincang santai dengan kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP...

Syarat Izin Operasional Klinik Pratama, Berikut Penjelasan LKNU Sumenep

0
Kota, NU Online Sumenep Selain mensosialisasikan program Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM), Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumenep turut...

Sambut 1 Abad NU, LKNU Sumenep Sosialisasi Posbindu PTM

0
Kota, NU Online Sumenep Guna menyambut peringatan 1 Abad NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep melalui departementasinya Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) akan memberikan...

Kiai Zainur: Jangan Mencari Pangkat dan Dunia di NU

0
Manding, NU Online Sumenep KH Muhammad Zainur Rahman Hammam Ali, Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menegaskan, jangan mencari pangkat dan dunia di...
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x