spot_img
Categories:

Profil NU Gapura Timur, Berdaya Berkat Silaturahim Hingga Mulai Bangun Kantor

- Advertisement -

Gapura, NU Online Sumenep

Sebagai organisasi sosial keagamaan yang didirikan oleh para ulama Nusantara, Nahdlatul Ulama mengemban misi menjaga dan mengembangkan ideologi Ahlussunah wal Jama’ah, serta berjuang mewujudkan tatanan masyarakat madani. Karena itu, eksistensi Pengurus Ranting sebagai elemen struktur NU di akar rumput menjadi ujung tombak dari segala perjuangan.

Di berbagai kesempatan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq, selalu mengatakan bahwa menjaga dan menguatkan ideologi Aswaja tidak hanya dilakukan dengan berdiri di atas menara gading atau berdiam diri duduk dan berdiskusi di kantor nan megah. Tetapi, hendaknya hadir di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat.

“Hal itu sebagai bagian tak terpisahkan dari segala dinamika persoalan hidup yang menimpa warganya,” ujarnya suatu ketika.

Spirit itu disadari betul oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Sumenep. Segala program kerja yang dicanangkan sepenuhnya diorientasikan untuk pemberdayaan masyarakat, penguatan ideologi, serta kemandirian organisasi.

“Perkembangan PRNU Gapura Timur yang seperti ini, bukan semata-mata karena saya pribadi. Jauh sebelum saya memimpin, NU di sini sudah sangat kuat. Karena di dorong oleh para kiai dan ulama yang ada di desa ini,” kata Masduna, Ketua PRNU Gapura Timur saat ditemui NU Online Sumenep.

Disebutkan, Desa Gapura Timur bisa dikatakan sebagai desa tempat tinggal para kiai dan ulama. Maka tak ayal, jika di desa tersebut terdapat banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam, baik formal maupun non-formal.

“Potensi itulah yang menjadi faktor utama Nahdlatul Ulama di Desa Gapura Timur tumbuh subur. Tampil sebagai lokomotif gerakan pemberdayaan masyarakat dan syiar keagamaan,” ungkapnya.

Kemajuan PRNU Gapura Timur dapat ditemukan dari berbagai aspek. Utamanya dari kesuksesan melakukan konsolidasi terhadap warga, serta kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut mampu dicapai karena semua struktur organisasi dapat difungsikan dengan baik hingga ke elemen paling bawah.

Masduna meyakini, kunci kesuksesan NU ada di silaturahim. Karena itu, ia getol menyambangi beberapa tokoh kunci di Desa Gapura Timur hingga terbangun hubungan emosional yang kuat. Bahkan, dirinya kerap kali menyambangi beberapa tokoh maupun warga yang jauh dengan NU kemudian diajak bergabung di kegiatan-kegiatan NU.

“Mereka yang jauh dengan NU sebenarnya bukan karena apa-apa. Hanya karena kurang kita sentuh. Ketika sering kita datangi, lalu diingatkan bahwa dulu orangtuanya, para pendahulunya adalah pejuang NU juga, mereka akan sadar. Bahkan merasa sungkan bila tidak aktif di NU,” paparnya.

PARNU Berbasis Masjid
PRNU Gapura Timur kini telah memiliki 5 Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) berbasis masjid. Di antaranya, Masjid Nurul Huda Dusun Bungduwak, Masjid Al-Hasani Dusun Dikkodik, Masjid Baituttaqwa Dusun Pangabasen. Sementara di Dusun Battangan terdapat dua PAR NU, yakni Masjid Babussalam di komplek Pesantren Nasy’atul Muta’allimin dan PAR NU Jamiul Muslimin, yang telah memiliki kantor.

Dijelaskan Masduna, PAR NU Jamiul Muslimin memiliki kantor sejak dua tahun lalu. Pengasuh masjid setempat mewaqafkan sebidang tanahnya untuk di bangun kantor tersebut. Segala bahan material bangunan serta kebutuhan lainnya bersumber dari swadaya warga setempat.

“Itu semua berkat dorongan dari para tokoh dan warga. Alhamdulillah, mereka semangat dalam berjam’iyah, dibuktikan dengan keswadayaan saat membangun kantor tersebut,” terangnya.

Selain itu, kepengurusan di tingkat anak ranting juga terbentuk pada segmen banom NU. Keberadaan Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor dibentuk berdasarkan kegiatan kumpulan di masing-masing dusun. Sementara IPNU-IPNU bergerak di segmen kepengurusan komisariat di berbagai lembaga pendidikan formal yang berada di Desa Gapura Timur.

“Alhamdulillah semuanya sudah memiliki pertemuan rutin atau perkumpulan. Baik PAR NU maupun PAR masing-masing banom NU,” paparnya.

Tak cukup itu, PRNU Gapura Timur juga telah membentuk 8 lembaga departementasi. Meliputi, UPZIS, LPNU, LPPNU, LKKNU, LKNU, LTNNU, LBM NU, dan LWP NU. Semua program kerja PRNU Gapura Timur dibagi habis ke lembaga-lembaga yang sudah dibentuk. “Kami di PRNU sudah membuatkan sesuai dengan segmentasinya masing-masing,” tambah Masduna.

Wakil Ketua PRNU Gapura Timur, Matroni menyebutkan, perihal administrasi organisasi pun ditata dengan baik. Mulai dari tata kelola dan pengarsipan surat-menyurat hingga database anggota atau kader. Bahkan dirinya mengaku mengantongi data lengkap pengurus dan anggota.

“Kepengurusan di kita semuanya, termasuk lembaga, ada 115 orang. Itu belum termasuk pengurus banom NU. Kemudian untuk anggota, ada sekitar 50 orang. Itu data yang kita kantongi di kegiatan kompolan bersama warga,” ujarnya.

Pengelolaan Keuangan dan Aset
Hingga berita ditulis, PRNU Gapura Timur mengantongi kas Rp2,3 juta. Dana tersebut merupakan hasil sumbangan pengurus internal dan belum termasuk dana lain yang bersumber dari masyarakat dan tidak mengikat.

Adapun dana yang dihimpun dari masyarakat melalui kotak infaq yang dikelola UPZIS, menurut Masduna, langsung disalurkan kepada yang berhak. Baik dalam bentuk santunan yatim, dhuafa, maupun orang meninggal.

Masyarakat juga selalu ikut andil menyumbang ketika PRNU Gapura Timur menggelar kegiatan, mulai dari kebutuhan konsumsi maupun hal lainnya. Namun dirinya memastikan, nyaris di setiap kegiatan yang digelar PRNU, ada keterlibatan masyarakat yang turut menyukseskan acara.

“Jadi saya tidak tahu jelas berapa nominal pendapatan dari sumbangan masyarakat melalui kotak infaq dan sumbangan langsung untuk kegiatan. Karena pemasukan dan pengeluarannya pun cukup dinamis. Ketika dana diperoleh, langsung kita salurkan kepada yang membutuhkan,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi keteledoran dalam pengelolaan keuangan, pihaknya menerapkan sistem pengelolaan tiga pintu. Yakni, seorang bendahara yang fokus menghimpun kotak infaq, seorang lagi bendahara kegiatan, dan bendahara umum yang mengelola kas internal.

Dijelaskan, kas internal organisasi di PRNU Gapura Timur dan banom-nya baru-baru ini telah dialokasikan untuk pembangunan Kantor PRNU yang sedang dalam tahap pendirian konstruksi bangunan.

Adapun aset yangn dimiliki PRNU Gapura Timur cukup beragam. Di antaranya sebidang tanah seluas 70 meter yang di atasnya sedang dibangun Kantor PRNU Gapura Timur. Ia juga memiliki aset produktif berupa kambing 4 ekor yang sengaja dititipkan ke beberapa warga untuk dipelihara dengan sistem bagi hasil. Bahkan, pihaknya sedang merencanakan pemeliharaan sapi dengan sistem serupa.

“Kemarin sebelum pandemi dan wabah PMK, kami ada 9 kambing yang dititipkan ke warga, sekarang sudah tinggal 4. Tapi nanti kami masih merencanakan untuk pelihara sapi. Dengan ini warga juga merasakan manfaatnya,” terangnya.

Bertekad Miliki ‘Rumah Bersama Warga NU’
Sebegai elemen struktur NU di akar rumput, PRNU Gapura Timur bertekad untuk menjadi organisasi yang mampu memberdayakan masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan upayanya dalam mendirikan kantor yang diberi nama ‘Rumah Bersama Warga NU’.

Masduna meyakini, bahwa pendirian kantor tidak hanya untuk kepentingan internal organisasi, melainkan juga diorientasikan sebagai salah satu media atau alat pemberdayaan masyarakat. Sehingga, sesuai namanya, Rumah Bersama Warga NU tidak hanya untuk lembaga dan banom NU, melainkan pula untuk semua lapisan masyarakat di Gapura Timur.

Ketua panitia pembangunan Rumah Bersama Warga NU, A. Quraysi Makki menyebutkan status tanah seluas 70 meter persegi, yang di atasnya sedang dibangun kantor seluas 16 x 12 meter itu murni milik PRNU Gapura Timur. Tanah tersebut di beli dari salah seorang warga bernama H. Asnawi dan Nyai Suhamna dengan harga relatif murah.

“Tanah yang berada di pinggir jalan raya Gapura ini dibeli seharga Rp50 juta, sangat murah untuk ukuran dan posisi tanah sejenisnya. Ini salah satu bentuk kepedulian warga untuk NU,” ujarnya.

Hingga saat ini proses pembangunan telah sampai pada tahap pendirian pondasi bangunan dan telah menghabiskan dana sekitar Rp50 juta. Dana keseluruhan yang digunakan untuk pondasi itu bersumber dari hasil konsolidasi lembaga, banom NU dan warga. Hingga bangunan selesai, diperkirakan akan menelan dana hingga ratusan juta rupiah.

“Saya optimis, meski dengan tertatih dan proses yang panjang, bangunan ini akan rampung dengan semangat dan kebersamaan semua pihak,” tegasnya.

Quraysi menyebutkan ada kisah menarik dan layak menjadi teladan dalam proses pembangunan Rumah Bersama Warga NU itu. Yakni, tukang bangunan yang saat ini sedang bekerja membangun pondasi tidak memungut bayaran. Mereka, para tukang bangunan yang juga warga setempat, ikhlas dan tulus membantu tanpa dibayar sepeserpun hingga pondasi bangunan rampung.

Kepala Tukang Bangunan, Maskina mengaku, pihaknya sengaja enggan dibayar semata-mata berharap barakah dari para muassis NU. Menurutnya, apapun yang bisa diperbuat untuk NU akan dilakukan meski hanya dengan membantu tenaga.

“Ini yang bisa kami lakukan untuk NU. Dengan harapan kelak mendapat barakah para kiai pendiri NU,” ujarnya singkat.

Program Kerja dan Manfaatnya untuk Warga
Tekad besar dalam menebar manfaat tidak hanya diwujudkan dengan pendirian kantor. Selama ini, PRNU Gapura Timur getol melaksanakan program kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Secara umum, program PRNU Gapura Timur meliputi pemberdayaan ekonomi dan pelayanan kesehatan. Menurut Matroni, dua aspek itu merupakan kebutuhan pokok di tengah-tengah masyarakat.

“Yang menjadi prioritas kita, dan sangat dikenal masyarakat itu ya santunan, baik kepada yatim maupun dhuafa,” terangnya.

Khusus untuk santunan kepada dhuafa, menurut Matroni, pihak PRNU Gapura Timur berupa santunan ayam. Bukan tanpa alasan, santunan berupa ayam tentu dimaksudkan agar bisa dikembangkan, berbeda dengan uang yang hanya sekali pakai. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan berupa alat-alat rumah dan dapur, agar penggunaannya lebih bermanfaat.

“Sedangkan untuk yatim, jenis santunannya disesuaikan dengan kebutuhan. Ada yang beasiswa pendidikan, dan ada pula yang langsung diserahkan uangnya untuk uang saku sekolah,” lanjutnya.

Program santunan ini tidak hanya dijalankan oleh PRNU, melainkan juga seluruh banom. Baik Ranting maupun Anak Ranting, masing-masing memiliki kegiatan santunan yang dilaksanakan secara insidental non-seremonial.

“Bahkan kita juga tidak jarang membantu memfasilitasi warga dalam pembuatan administrasi kependudukan, seperti KTP, KK, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Di bidang kesehatan, PRNU Gapura Timur juga telah membentuk kader kesehatan yang beranggotakan 8 orang. Kader kesehatan itu kemudian disinergikan dengan Polindes setempat dalam membantu pelayanan kesehatan kepada warga. Hal tersebut sebagai bentuk kerja sama agar lebih mengakomodir persoalan kesehatan yang dialami warga.

“Kita merencanakan kader-kader kesehatan itu nantinya berkantor di Polindes. Ini masih kita bicarakan dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes),” terang Matroni.

Tak cukup itu, PRNU Gapura Timur mencanangkan beberapa program lain kaitannya dengan konsolidasi dan dakwah. Seperti kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ PRNU bersama kiai dan perkumpulan masyarakat di masing-masing PAR NU berbasis masjid.

“Selain itu juga ada pertemuan rutin setengah bulan khusus internal pengurus Syuriah, Tanfidziyah dan lembaga. Selebihnya ya kegiatan insidental di setiap momentum Peringatan Hari Besar Islam. Itu kita pasti libatkan masyarakat,” imbuhnya.

Ikhtiar dalam memajukan ranting tidak berhenti di sini, Masduna bersama kepengurusan lainnya masih bertekad untuk mewujudkan kemandirian ekonomi. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, pihaknya mencanangkan usaha di bidang minyak kelapa dan air mineral kemasan yang bersinergi dengan Pemdes setempat.

“Di sini potensi minyak kelapa sangat besar. Cuman masih kami teliti bagaimana cara mengawetkannya. Jika nanti kita sudah tahu caranya, insyaallah akan kita mulai. Untuk air kemasan kita ditahap komunikasi dengan Pemdes terkait manajemennya,” pungkasnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu MWCNU Gapura menobatkan PRNU Gapura Timur sebagai ranting terbaik di antara 17 ranting lainnya di Kecamatan Gapura. Hal itu karena ghirah perjuangan dalam mewujudkan ranting berdaya dan kuat begitu terasa di PRNU Gapura Timur.

Editor: A. Habiburrahman

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!
Ibnu Abbas
Ibnu Abbas
Pemimpin Redaksi NU Online Sumenep
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi

TerkaitBaca Juga

TrendingSepekan!

TerbaruUpdate!

Urutan Wali Nikah Dalam Islam

4
Rubrik Lensa Fikih diasuh oleh Kiai Muhammad Bahrul Widad. Beliau adalah Katib Syuriyah PCNU Sumenep, sekaligus Pengasuh PP. Al-Bustan II, Longos, Gapura, Sumenep.   Assalamualaikum warahmatullahi...

Keputusan Bahtsul Masail NU Sumenep: Hukum Capit Boneka Haram

0
Mengingat bahwa permainan sebagaimana deskripsi di atas sudah memenuhi unsur perjudian (yaitu adanya faktor untung-rugi bagi salah satu pihak yang terlibat), sehingga dihukumi haram, maka apapun jenis transaksi antara konsumen dengan pemilik koin adalah haram karena ada pensyaratan judi.
Sumber gambar: Tribunnews.com

Khutbah Idul Adha Bahasa Madura: Sajhârâ Tellasan Reajâ

0
# Khutbah Pertama اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ...

Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura: Hakekat Tellasan

0
# Khutbah I اَللهُ أَكْبَرُ (٩×) لَآ إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا...