spot_img
Categories:

Keputusan Bahtsul Masail PCNU Sumenep: Hukum Menggunakan Listrik Mushalla

- Advertisement -

KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL PCNU SUMENEP
Di MWCNU KALIANGET

Ahad, 13 November 2022 M / 18 Rabiul Akhir 1444 H


Pimpinan Sidang:
AHMAD ROZIEQY

Dewan Tashih:
KH. HAFIDHI SYARBINI

Dewan Tahrir:
1. K. MUHAMMAD BAHRUL WIDAD


~~~ MENGGUNAKAN LISTRIK MUSALA ~~~

Deskripsi Masalah
Bapak Zaini mengasuh sebuah mushalla pribadi, yang digunakan sebagai tempat ibadah keluarga besar dan tempat mengaji anak anak sekitar. Seorang tetangga menawarkan untuk membantu memasangkan listrik dengan tarif rumah sosial[1] yang tentunya lebih murah dari pada tarif normal reguler. Segala biaya pemasangan dan biaya bulanan listrik ditanggung oleh bapak Zaini sebagai pemilik musala.

Pertanyaan:
1. Apakah bapak Zaini boleh menggunakan listrik musala pribadi dengan Tarif sosial tersebut untuk kebutuhan listrik di rumahnya?

Jawaban:
Pemasangan Listrik yang digunakan secara pribadi dengan tarif sosial yang lebih murah dari pada tarif reguler sebagaimana deskripsi hukumnya HARAM, karena terdapat unsur kidzib (kebohongan) yang dilakukan oleh pak Zaini dengan mengatasnamakan musala miliknya, namun penggunaan/pemanfaatan listriknya tetap diperbolehkan karena pembayarannya dari uang pribadi.

Referensi:

إسعاد الرفيق الجزء الثانى ص : 76 (دار إحياء الكتب العربية)

)و) منها (الكذب وهو) عند أهل السنة (الإخبار) بالشىء (بخلاف الواقع) أى على خلاف ما هو عليه سواء علم ذلك وتعمده أم لا وأما العلم والتعمد فإنما هما شرطان للإثم

بريقة محمودية في شرح طريقة محمدية وشريعة نبوية الجزء الرابع صـ 370

( الرابع ) ( الكذب ) هو من قبائح الذنوب وفواحش العيوب ( وهو ) عند الجمهور ( الإخبار عن الشيء على غير ما هو عليه ) في الواقع ( فإن لم يكن عن عمد فمعفو بدليل يمين اللغو ) لقوله تعالى { لا يؤاخذكم الله باللغو في أيمانكم }…( وإن كان عن عمد فحرام قطعي ) لنحو قوله تعالى – { ألا لعنة الله على الظالمين } – ( إلا في مواضع ) قليلة ( عند البعض وسيجيء إن شاء الله تعالى قال الله تعالى – { ولهم عذاب أليم } ) مؤلم من الألم ( { بما كانوا يكذبون } ) بسبب كذبهم فإن الوعيد لا يكون إلا على الحرام— قال البيهقي الكذب مراتب أعلاه في القبح والتحريم الكذب على الله ثم رسوله ثم كذب المرء على عينه فلسانه فجوارحه وكذبه على والديه ثم الأقرب فالأقرب أغلظ من غيره

المنثور في القواعد للزركشي – (2 / 252)

ومنها لو باع العبد مالكاه فهل ينفرد أحدهما بقبض حصته من الثمن وجهان أحدهما لا فلو قبض شيئا شاركه الآخر كالميراث *وأصحهما نعم كما لو انفرد بالبيع وعلى هذا فلا يشاركه* ذكره الرافعى فى آخر الشركة وهذا كله فى الدين أما العين فحكى فى المطلب عند نكاح السفيه وجهين فيما *لو كان بين اثنين صبرة قمح فأخذ أحدهما نصيبه منها من غير اذن شريكه جاز فى وجه لأنه لو طلبه لم يكن له منعه ويؤيد هذا ما حكاه الرافعى فى الصيد عن البغوي لو اختلطت حمامة الغير فله الأكل بالاجتهاد الى أن يبقى واحدة كما لو اختلطت تمرة بتمر الغير*

المهذب في فقه الإمام الشافعي – (2 / 243)

ولا تصح الإجارة إلا على منفعة معلومة القدر لأنا بينا أن الإجارة بيع والبيع لا يصح إلا في معلوم القدر فكذلك الإجارة ويعلم مقدار المنفعة بتقدير العمل أو بتقدير المدة فإن كانت المنفعة معلومة القدر في نفسها كخياطة ثوب وبيع عبد والركوب إلى مكان قدرت بالعمل لأنها معلومة في نفسها فلا تقدر بغيرها

كفاية الأخيار – (1 / 398)

وإطلاقها يقتضي تعجيل الأجرة إلا أن يشترط التأجيل  تجب الأجرة بنفس العقد كما يملك المستأجر بالعقد المنفعة ولأن الإجارة عقد لو شرط في عوضه التعجيل أو التأجيل اتبع فكان مطلقه حالا كالثمن في البيع


[1] Aturan Dan Syarat Layanan :

Sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016,

  1. Subsidi tarif listrik untuk rumah tangga diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA masyarakat prasejahtera yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
  2. subsidi listrik juga diberikan kepada kelompok pelanggan sosial yaitu kelompok yang tenaga listriknya digunakan untuk kegiatan sosial seperti tempat ibadah, panti sosial, asrama, gedung kantor partai politik dan museum.
  3. Konsumen yang tersubsidi akan membayar rekening atau tagihan listrik lebih rendah. Dan sisa pembayaranya ditanggung oleh pemerintah, yang kemudian dibayarkan ke PLN.
  4. Penyalah gunaan aliran listrik sebagaimana diatur dalam Pasal 51 ayat (3) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 merupakan tindakan pidana dengan ancaman penjara maksimal 7 (tujuh) tahun dan denda maksimal Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah).

Untuk download file hasil keputusan Bahtsul Masail di atas dalam bentuk PDF ukuran A4, klik tombol di bawah ini.

DOWNLOAD

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!
Fahri Farghiz
Fahri Farghiz
Hanya manusia biasa yang ingin selalu belajar. Tidak ada yang istimewa.
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi

TerkaitBaca Juga

TrendingSepekan!

TerbaruUpdate!

Urutan Wali Nikah Dalam Islam

4
Rubrik Lensa Fikih diasuh oleh Kiai Muhammad Bahrul Widad. Beliau adalah Katib Syuriyah PCNU Sumenep, sekaligus Pengasuh PP. Al-Bustan II, Longos, Gapura, Sumenep.   Assalamualaikum warahmatullahi...

Keputusan Bahtsul Masail NU Sumenep: Hukum Capit Boneka Haram

0
Mengingat bahwa permainan sebagaimana deskripsi di atas sudah memenuhi unsur perjudian (yaitu adanya faktor untung-rugi bagi salah satu pihak yang terlibat), sehingga dihukumi haram, maka apapun jenis transaksi antara konsumen dengan pemilik koin adalah haram karena ada pensyaratan judi.
Sumber gambar: Tribunnews.com

Khutbah Idul Adha Bahasa Madura: Sajhârâ Tellasan Reajâ

0
# Khutbah Pertama اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ...

Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura: Hakekat Tellasan

0
# Khutbah I اَللهُ أَكْبَرُ (٩×) لَآ إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا...