spot_img
Categories:

Bukit Lanjari Soddhara, Destinasi Wisata Paralayang Pertama di Madura

- Advertisement -

Pasongsongan, NU Online Sumenep
Tidak hanya pantai dan gugusan pulaunya yang memukau, Sumenep juga menyuguhkan destinasi wisata bukit yang begitu mempesona dan Instagramable. Tidak lengkap rasanya ke Sumenep jika belum berkunjung ke Bukit Lanjari yang ada di Dusun Gaber Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan.

Panorama yang begitu memukau nan eksotis dari atas bukit akan memanjakan para wisatawan. Meski untuk sampai ke lokasi harus melalui jalan sempit dan berliku, namun semua itu akan tuntas terbayar saat menghirup udara segar di puncak bukit dengan keindahan pantai utara dari jarak jauh. Sangat cocok untuk destinasi liburan keluarga akhir pekan.

Bukit Lanjari dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini merupakan potensi wisata lokal yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah Desa setempat. Hingga saat ini proses pembangunan masih terus dilakukan.

Paralayang Jokotole, Pertama di Madura
Tidak hanya keindahan alamnya yang dieksplorasi, wisata perbukitan yang satu ini juga sedang menyiapkan wisata Paralayang Jokotole. Terbang dengan parasut sembari menyaksikan keindahan hamparan daratan dan pantai utara dari ketinggian, sungguh memukau bukan?

Kepala Desa Soddara, Suhanto mengatakan, Pemdes bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan tokoh pemuda sekitar, sudah menggarap potensi wisata ini sejak satu tahun yang lalu. Pihaknya mengaku, ke depan akan dijadikan prioritas untuk membangun paralayang yang disebut-sebut baru pertama di Pulau Madura ini.

“InsyaAllah ke depan Paralayang Jokotole ini akan menjadi prioritas kita ke depan untuk dibangun,” ungkapnya seperti dilansir dari kanal YouTube Madura Selebriti, yang diunggah Ahad (26/12/2021) kemarin.

Sebagai salah satu upaya mengangkat potensi wisata lokal, Pemdes Soddara telah mendatangkan beberapa tim untuk menguji kelayakan tempat, termasuk atlet paralayang yang sudah menjuarai tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2021 dalam rangka uji coba.

Sekretaris Desa Soddara, Samsul Arifin menambahkan bahwa potensi wisata lokal yang sedang digarap itu sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu juga untuk mengangkat nama baik Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak potensi wisata.

“Paralayang Jokotole di Sumenep ini pertama dan satu-satunya di Madura. Sehingga diharapkan nantinya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengharumkan nama baik Sumenep,” tandasnya.

Kendati belum diresmikan, wisatawan tetap bisa berkunjung dan menikmati suguhan keindahan alam yang masih tidak terjamah polusi udara ini. Menariknya lagi, masyarakat sekitar akan menyambut kedatangan para wisatawan dengan ramah dan santun.

Jadi, jika ingin menikmati paralayang yang satu ini, tidak perlu jauh-jauh ke Malang, hanya butuh perjalanan kurang lebih dua jam ke arah barat dari pusat kota Kabupaten Sumenep ke lokasi Bukit Lanjari.

Penasaran dengan destinasi wisata yang satu ini? Tunggu apa lagi?

Editor: A. Warits Rovi

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!
Ibnu Abbas
Ibnu Abbas
Pemimpin Redaksi NU Online Sumenep
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Rekomendasi

TerkaitBaca Juga

TrendingSepekan!

TerbaruUpdate!

Urutan Wali Nikah Dalam Islam

4
Rubrik Lensa Fikih diasuh oleh Kiai Muhammad Bahrul Widad. Beliau adalah Katib Syuriyah PCNU Sumenep, sekaligus Pengasuh PP. Al-Bustan II, Longos, Gapura, Sumenep.   Assalamualaikum warahmatullahi...

Keputusan Bahtsul Masail NU Sumenep: Hukum Capit Boneka Haram

0
Mengingat bahwa permainan sebagaimana deskripsi di atas sudah memenuhi unsur perjudian (yaitu adanya faktor untung-rugi bagi salah satu pihak yang terlibat), sehingga dihukumi haram, maka apapun jenis transaksi antara konsumen dengan pemilik koin adalah haram karena ada pensyaratan judi.
Sumber gambar: Tribunnews.com

Khutbah Idul Adha Bahasa Madura: Sajhârâ Tellasan Reajâ

0
# Khutbah Pertama اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ...

Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura: Hakekat Tellasan

0
# Khutbah I اَللهُ أَكْبَرُ (٩×) لَآ إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا...