Lenteng, NU Online Sumenep
Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep bersama Forum Da’i-daiyah bentukan LDNU Sumenep menggelar Penguatan ideologi Aswaja An Nahdhiyyah, Hypno Motivation dan Santunan kepada 37 anak yatim di Pondok Pesantren Tanwirul Hija, Desa Cangkreng, Kamis (06/04/2023) pagi.
Pengurus LD PCNU Sumenep dan Forum Da’i Da’iyah bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Sumenep dan Banom NU Ranting Cangkreng Lenteng. Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh santri dan santriwati Ponpes Tanwirul Hija tingkat MTs dan SMA.
Pengasuh Ponpes Tanwirul Hija Cangkreng Lenteng, KH. Dumairi mengapresiasi kegiatan safari Ramadhan yang dilaksanakan oleh Forum Da’i-Da’iyah LDNU Sumenep. Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan yang mulia yaitu memahamkan ajaran aswaja an-nadliyah kepada santri dan santriwati Ponpes Tanwirul Hija.
“Sebagai cara untuk membentengi santri dan santriwati dari aliran transnasional yang ajarannya dan sikapnya tidak moderat dan membahayakan Keutuhan NKRI,” ungkapnya.
Sementara itu, materi Penguatan Idelogi Aswaja disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah PCNU Sumenep, K. Imam Sutaji.
Ia menyampaikan bahwa dalam kajian akidah atau ilmu kalam istilah Ahlussunnah wal Jama’ah dinisbatkan pada paham yag diusung oleh Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, yang menentang paham Khawarij dan Jabariyah (yang cenderung tekstual) dan paham Qadariyah dan Mu’tazilah (yang cenderung liberal). Sementara, dalam kajian fikih, istilah Ahlussunnah wal Jama’ah disisbatkan pada paham Sunni yaitu merujuk pada fikih 4 (empat) madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) yang berbeda dengan paham fikih Syi’iy, Dzahiriy, Ja’fariy.
“Dari situlah kemudian NU menjadikan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai asas oraganisasi, yaitu dalam bidang aqidah mengikuti Abu Hasan Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi. Sedangkan dalam bidang fikih mengikuti salah satu dari fikih 4 (empat) madzhab yaitu madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah),” ungkapnya.
Pemateri tentang Hypno Motivation disampaikan oleh K. Suhairi Sabar, Sekretaris Forum Da’i-Da’iyah LDNU Sumenep. Ia mengatakan bahwa hypno motivation adalah sebuah proses pemberian motivasi pikiran bawah sadar berupa sugesti-sugesti positif sesuai dengan kebutuhan.
“Motivasi pikiran bawah sadar juga memiliki waktu jangka panjang dan sugesti yang permanen. Sugesti yang diberikan berupa peningkatan konsentrasi, daya ingat, semangat belajar, kepercayaan diri, menghilangkan phobia atau trauma, menghilangkan kecanduan rokok, narkoba, games, serta meningkatkan prestasi belajar dan motivasi lain,” jelasnya.
Hipno Motivation ini, lanjut Ustad Suhairi, termasuk salah satunya bagaimana kita sebagai Pengurus dan Warga NU mampu memotivasi diri untuk mempunyai rasa memiliki dan rasa cinta kepada NU serta mampu memberikan yang terbaik kepada NU melalui kerja2 organisasi.
“Melalui motivasi tersebut kita mampu menyebarluaskan dan memahamkan ajaran aswaja an-Nadliyyah di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta : Abdul Warits
Editor : Ibnu Abbas

