Image Slider

Gus Ipul Paparkan 4 Aspek Kesiapan Panitia Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

ADVERTISIMENT

Jombang, NU Online Sumenep

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan empat aspek utama yang menjadi perhatian panitia. Hal tersebut disampaikan dalam Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Kamis (27/8/2026) sore.

Empat aspek tersebut meliputi kesiapan fisik, logistik, tata kelola penyelenggaraan, serta sumber daya manusia yang didukung teknologi.

Gus Ipul menjelaskan, kesiapan fisik mencakup arena pembukaan, ruang persidangan, asrama peserta, hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

“Pertama, adalah kesiapan fisik, mulai dari arena pembukaan, ruang sidang, asrama putra, hingga berbagai sarana pendukung lainnya,” ujarnya.

Selain fasilitas, panitia juga menyiapkan kebutuhan logistik yang mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan peserta selama mengikuti Muktamar.

Menurut Gus Ipul, penyelenggaraan Muktamar juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 1.500 stan UMKM telah berdiri di sepanjang jalan kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Bazar ini juga dilengkapi dengan panggung budaya dan pasar malam. Sehingga muktamar ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Dukungan transportasi juga diberikan untuk menunjang mobilitas peserta, khususnya para kiai. Panitia menyebut terdapat 200 becak listrik yang mendapat dukungan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Aspek berikutnya adalah tata kelola Muktamar. Panitia berupaya memastikan proses registrasi, persidangan, pengambilan keputusan, hingga pelayanan peserta berjalan secara tertib, transparan, dan terukur.

Sementara dari sisi sumber daya manusia, panitia memadukan kemampuan para santri dengan teknologi. Sistem berbasis chip dan kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk mendukung registrasi, identifikasi, pemantauan peserta, serta pengaturan akses menuju ruang persidangan.

“Kita memasang lebih dari 150 CCTV. Dan yang membanggakan bapak presiden, sistem ini dirancang dan kembangkan sendiri oleh para santri dipimpin oleh Gus Robin beserta tim,” terangnya.

Menurut Gus Ipul, penggunaan teknologi tersebut menunjukkan bahwa pesantren dan santri mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren.

“Santri yang sekarang bukan hanya mengaji kitab, tapi juga mengaji data, chip dan AI. Alhamdulillah,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh persiapan Muktamar dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Penetapan Tambakberas sebagai tuan rumah baru dilakukan sekitar 50 hari sebelum pelaksanaan.

Meski demikian, panitia berhasil menyiapkan sejumlah kebutuhan utama, mulai dari sarana dan prasarana, akomodasi, ruang persidangan, asrama peserta, hingga sembilan tower tempat tinggal bagi muktamirin.

Gus Ipul menyebut Muktamar ke-35 NU memiliki makna khusus karena menjadi Muktamar pertama NU di abad kedua. Pelaksanaannya di Tambakberas juga dinilai memiliki kedekatan historis karena pesantren tersebut didirikan oleh salah satu muassis NU, KH Abdul Wahab Hasbullah.

“Rasanya seperti ada yang menuntun kita kembali ke pangkuan para muassis atau pendiri NU,” ungkapnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga