Batang-Batang, NU Online Sumenep
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Pandji Taufiq mengtakan bahwa kegiatan NU saat ini sangat amat padat, karena momennya Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU. Mulai dari tingkat cabang sampai ke ranting, bahkan pesantren pun ikut serta mensyukuri peran ulama Indonesia yang mewariskan suatu kumpulan besar yang menyelamatkan bangsa Indonesia.
“Puncak Harlah ke-99 yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dipusatkan di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan. Sedangkan salah satu rentetan acara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur diletakkan di Sumenep. Yakni, Bahtsul Masail segmen ibu nyai,” ujarnya di acara Bahtsul Masail yang dipusatkan di Pondok Pesantren Madrul Muttaqin Nyabakan Barat, Batang-Batang, Ahad (13/02/2022).
Sebenarnya yang menginisiasi BM segmen ibu nyai adalah LBMNU Sumenep. Keunikan dan kebaruan ini diminta oleh PWNU Jawa Timur untuk dijadikan bagian rentetan acara. “Insyaallah akan dihadiri oleh ibu nyai se-Jawa Timur, seperti Ploso, Lirboyo, Tebuireng, Sidogiri, Sukorejo,” imbuhnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu menerangkan, PWNU Jawa Timur memandang Madura sebagai miniatur NU di Indonesia. Pasalnya saat warga Madura di zaman dulu ditanyakan agamanya, pasti menjawab NU. Karena NU pasti Islam dan kalau agamanya Islam belum tentu NU.
“Saat ini Madura mengalami pergeseran. Jika dulu warga ta’dziman wa takriman pada gurunya (minimal guru alif), sekarang lebih patuh pada kiai TV. Berangkat dari problem inilah PWNU Jawa Timur mengadakan serasehan kebudayaan guna mengingatkan bahwa sari pati tatakrama warga Madura terletak pada nilai-nilai sosio kultural yang sudah mengakar sejak lama,” ungkapnya.
Kiai Pandji menjelaskan, PCNU saat ini getol memassifkan kegiatan ijtimaiyah, seperti pelayanan kesehatan gratis, sunatan massal, santunan anak yatim, dan beasantri. Semuanya, menurutnya, kegiatan bermakna jangka panjang.
“Saat ini banyak warga NU yang memiliki profesi yang beragam. Oleh karena itu, perlu diwadahi. Tujuannya untuk memperluas rumah NU, karena isinya semakin padat,” pungkasnya saat menyitir pesan Rais PBNU KH Muhammad Nuh.

