Batuan, NU Online Sumenep
KH Qumri Rahman, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep berharap fenomena sound horeg tidak merambat ke Madura, khususnya Kabupaten Sumenep. Ia menilai, fenomena tersebut lebih berdampak negatif dari pada manfaat.
Ia berharap, setiap fenomena yang berkembang di tengah masyarakat perlu dilihat secara berimbang dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Karena itu, manfaat ekonomi seperti meningkatnya aktivitas pelaku UMKM tidak semestinya menjadi satu-satunya pertimbangan.
“Dampak positif dan negatif harus dipertimbangkan secara berimbang dalam setiap pengambilan keputusan. Kita tidak bisa hanya melihat sisi positif dari sound horeg, misalnya meningkatnya aktivitas UMKM atau manfaat ekonomi lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya dampak sosial yang perlu menjadi perhatian semua pihak, terutama apabila kegiatan tersebut turut diiringi pertunjukan atau joget secara berlebihan hingga berpotensi menimbulkan persoalan terkait norma kesopanan dan akhlak masyarakat.
Menurut Kiai Qumri, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi mental, karakter, dan akhlak masyarakat setempat. Selain itu, aktivitas yang tidak terkendali juga berpotensi menimbulkan fitnah serta persoalan sosial lainnya.
“Kalau dampak negatif yang ditimbulkan lebih besar dari pada manfaat positifnya, tentu hal itu harus menjadi pertimbangan serius dalam menentukan kebijakan,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong setiap kebijakan maupun kegiatan yang berkembang di tengah masyarakat mempertimbangkan dampak yang akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kita berharap fenomena sound horeg tidak sampai merambat ke Madura, khususnya Sumenep,” pungkasnya.

