Gapura, NU Online Sumenep
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pengurus Ranting (PR) Muslimat NU Gapura Timur mengadakan acara rutin tahunan, yaitu Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini acara rutin tahunan itu dilaksanakan di rumah salah satu anggot PR Muslimat NU Gapura Timur, Yatun, Dusun Dik-Kodik Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura pada Selasa (28/09/2021).
Ketua PR Muslimat NU Gapura Timur, Salamah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Muslimat NU Gapura Timur selain bertujuan untuk memberi manfaat bagi masyarakat juga untuk memantapkan aqidah sekaligus meningkatkan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW.
“Acara peringatan maulid ini merupakan acara prioritas kami yang persiapannya dilakukan sekitar 45 hari, dan alhamdulillah hari ini bisa mendatangkan KH Musleh, ini sebagai wujud cinta kita kepada baginda nabi,” ungkapnya.
Guru TK Al-Huda itu juga menyampaikan perubahan kegiatan rangkaian Peringatan Maulid Nabi yang sebelumnya berupa pembagian santunan, tahun ini dialihkan pada kegiatan lain berupa bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) kepada empat lembaga PAUD yang ada di Desa Gapura Timur.
KH Musleh Adnan pengasuh PP. Nahdlatut Ta’limiyah, Karanganyar, Plakpak, Pamekasan, hadir sebagai penceramah pada acara tersebut. Di awal ceramahnya, beliau menyampaikan perihal salah satu agenda penting NU sebagaimana yang terdapat dalam AD/ART yaitu upaya menyambung semua komponen masyarakat tanpa melihat status sosial.
“Maka dari itu terciptalah kemudian silturrahmi antara satu orang dengan yang lain, antara masyarakat dengan kiai dan lain sebagainya dalam sebuah acara atau walimah yang membudaya di masyarakat,” ungkapnya.
Selanjutnya, beliau menegaskan kembali keabsahan walimah yang telah membudaya dengan baik di masyarakat agar hal tersebut tidak mudah disusupi oleh kaum penyusup yang kadang hanya untuk merusak.
“يسن صنع الطعام والدعوة اليه عند كل حادث سرور سواء كان للعرش او للختان او للقدوم من السفر او غير ذالك مما ذكر
Disunnahkan menyediakan makanan dan mengumumkannya di setiap momen bahagia, baik pada waktu pernikahan, khitanan atau baru datang dari perjalanan atau hal lain semacam itu sebagaimana yang telah disebutkan (red),” jelas beliau dengan suara yang tegas.
Mengenai perayaan maulid, beliau menegaskan bahwa semestinya dirayakan setiap saat oleh umat Islam tanpa harus menunggu datangnya bulan Maulid, sebab umat Islam banyak berhutang budi kepada nabi, terutama kaum perempuan.
“Dulu, sebelum ada Nabi Muhammad SAW setiap bayi yang lahir denga jenis kelamin perempuan dibunuh, tapi setelah ada nabi, praktik itu dihentikan oleh beliau,” tuturnya.
Adapun cara balas budi kepada nabi, menurut beliau adalah dengan mengamalkan hal-hal sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Al ‘a’raf ayat 157, antara lain dengan cara beriman kepadanya dalam arti mengakui kenabiannya, memuliakannya, dengan mencegah siapa pun yang bermaksud buruk terhadapnya, menolongnya, mendukungnya dalam penyebaran ajaran Islam, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya yang berupa tuntunan Al-Qur’an.
Di akhir ceramahnya, beliau mengingatkan tiga hal yang bisa merusak peradaban Islam, antara lain: Pertama, Bihadmil ummi, yaitu dilenyapkannya peran ibu bagi anak-anaknya. Kedua, Bihadmitta’lim, dihancurkannya peran pendidikan, dan yang ketiga, Biisqotil qudwah, dihancurkan panutan atau gampangnya kiai difitnah agar masyarakat tak percaya lagi kepadanya.
“Maka waspadalah dan jangan sampai tiga hal itu terjadi agar peradaban Islam tetap jaya,” pesan beliau sebelum menutup ceramah.
Di penghujung acara Peringatan Maulid Nabi itu, PR Muslimat NU Gapura Timur memberikan bantuan berupa Alat Peraga Edukatif (APE) kepada empat lembaga PAUD yang ada di Desa Gapura Timur, antara lain PAUD Al-Huda, PAUD Nasy-atul Muta’allimin, PAUD Al-Hasani, dan PAUD Nurul Islam Al-Muntaha.
Editor: Ibnu Abbas

