Pragaan, NU Online Sumenep
Di acara Milad ke-9 majelis shalawat Nahjul Musthofa dan Hari Lahir ke-7 Ikatan Pemuda Sarkoju’ (IPS) yang bertajuk ‘Lempager Bershalawat’, Al-Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud terima cinderamata dari para muhibbin dan warga NU, Senin (6/12/2021) di halaman mushala As’adiyah Dusun Cecce’, Desa Prenduan.
Cinderamata pertama diberikan oleh NM Multimedia yang diwakili oleh Bustanil Arifin dengan memberikan lukisan digital yang dibuat oleh salah satu tim animator TVNU Sumenep dan NM Multimedia, yakni Lujayn Duroy.
Sementara Imam Ghazali, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan, memberikan ukiran yang berlogokan Ansor.
“Kami sengaja memberikan cinderamata ini pada Habib Abdul Qodir, karena setiap beliau berdakwah di Kecamatan Pragaan, Ansor-Banser selalu mengawal pengajiannya,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga ingin mengenalkan pada beliau bahwa satu-satunya kota ukir di Kabupaten Sumenep, terpusat di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. “Mayoritas warga NU di Karduluk menekuni seni pahat dan usaha ukiran,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.
Berbeda dengan Nahjul Musthofa yang memberikan kenang-kenangan berupa lukisan tangan yang dibuat oleh Tamam, salah satu sahabat Lora Ahmad Herzi.
Tak kalah juga, IPS turut serta memberikan keris yang dibuat oleh empu Tuban. Bahkan keris tersebut diberikan langsung oleh Kiai Syuja’ untuk diberikan pada Habib Abdul Qodir. Penagasan ini dikatakan oleh Lora Herzi.
“Kami memberikan keris, karena Habib Abdul Qodir suka pada keris. Terlebih Sumenep dikenal dengan kota keris,” tutur alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri itu.
Perlu diketahui, tambahnya, Kabupaten Sumenep memiliki ratusan empu dan mendapat pengakuan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). “Seluruh yang memberikan kenang-kenangan padanya, hakikatnya sebagai bakti, ta’dzim, dan rasa cinta kepada dzurriyah nabi,” tandasnya.
Editor: Ach Khalilurrahman

