Gapura, NU Online Sumenep
Innalillahi wa innailaihi raji’un. Kabar duka kembali menyelimuti Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sumenep. KH Murtadli Fadlail, Rais MWCNU Gapura Periode 2021–2026 wafat, Jumat (17/04/2026) malam. Almarhum dikenal sebagai sosok kiai yang seluruh hidupnya senantiasa berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan perjuangan NU. Baginya NU adalah napas.
Ketua PRNU Gapura Timur, Moh Masduna menceritakan, bahwa dalam kesehariannya almarhum dikenal sebagai sosok yang mampu bergaul dengan semua kalangan. Di mana-pun berada, kehadirannya selalu mudah diterima oleh masyarakat.
“Dalam menghadapi masalah, beliau sosok yang sangat solutif, mampu mengurai persoalan dari akar masalah, baik dalam urusan kecil maupun persoalan yang lebih kompleks,” terangnya.
Menurutnya, almarhum juga dikenal sangat peduli terdapat masyarakat sekitar. Pesan dari beliau sederhana tapi mendalam. “Jangan menunggu masyarakat datang, tetapi kitalah yang harus hadir di tengah mereka untuk membantu,” ungkapnya.
Masduna menuturkan, bahwa almarhum memiliki semangat tinggi dalam berkhidmah di NU. Setiap kali berbincang dengan almarhum selalu memulai dari NU. Selain itu, almarhum juga dikenal sosok yang istiqamah, idealis, serta memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap NU, hingga akhir hayatnya.
” Bukti kecintaan lainnya, Ia mendirikan dan menjabat Rais PARNU di Masjid Al-Hasani. Almarhum terus berpesan agar NU tetap dijaga dan tidak ditinggalkan. Bersama beliau, setiap pembahasan pasti bermuara pada NU,” kenangnya.
Di bidang keilmuan, KH Murtadli Fadlail dikenal alim dalam ilmu fikih. Ia mampu mengaktualisasikan kajian fikih dengan persoalan kekinian, serta menjelaskan berbagai tradisi masyarakat yang belum jelas hukumnya.
“Beliau sangat ahli dalam bidang fikih. Dalam menjawab persoalan hukum, beliau tidak sekadar memilih yang mudah, tetapi bagaimana masyarakat awam dapat memahami dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kiai Fathor Rois, Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep yang juga orang yang dekat dengan almarhum menyebutnya sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap persoalan sosial.
Ia menyebutkan, bahwa almarhum dikenal aktif menggerakkan masyarakat untuk kerja-kerja kemanusiaan, termasuk membantu pembangunan rumah warga kurang mampu, baik secara pribadi maupun melalui forum RT dan organisasi NU.
“Agama dalam pandangan beliau adalah untuk manusia, bukan untuk Tuhan. sehingga agama harus hadir menjadi solusi terhadap persoalan-persoalan sosial. Ia juga cenderung memilih pendapat fikih yang paling ringan demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Almarhum juga meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, di antaranya Masjid Al-Hasani yang dirintis mulai dari pembangunan hingga penguatan jamaahnya, serta pendiri Madrasah Diniyah dan TK Al-Hasani, yaitu madrasah Diniyah dan TK yang paling awal di wilayah timur.
” Bagi pribadi saya sendiri beliau itu sangat sayang dan fanatik kepada NU, dan sangat cinta dan peduli pada masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, KH Moh Alwi menyebutkan bahwa almarhum telah lama aktif di NU. Ia beberapa periode menjabat sebagai pengurus NU Gapura, mulai Wakil Rais MWCNU Gapura sebelum akhirnya dipercaya menjadi Rais MWCNU Gapura Periode 2021–2026.
“Namun, pada konferensi terakhir, almarhum memilih tidak melanjutkan karena kondisi kesehatan dirinya dan sang istri,” pungkasnya.
Menurut Informasi, Shalat Janazah KH Murtadli Fadlail akan dilaksanakan Pukul 15.00 WIB di rumah duka.

