Image Slider

Konferensi MWCNU Ambunten Teguhkan Khidmah Umat, Pilih Kepengurusan Baru

Ambunten, NU Online Sumenep

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ambunten menggelar Konferensi MWCNU di Kantor MWCNU Ambunten, Senin (1/6/2026). Konferensi lima tahunan yang mengusung tema “Berkhidmat Ikhlas, Guna NU Lebih Maslahah” tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Forum tertinggi Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan itu menghasilkan kepengurusan baru MWCNU Ambunten. Dalam sidang pemilihan, KH Humaidi Hasbullah terpilih sebagai Rais Syuriyah, sementara KH Uways Ali Hisyam dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat berikutnya.

Konferensi dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, para ulama dan pengasuh pesantren, pengurus MWCNU, lembaga dan badan otonom NU, serta delegasi ranting dan anak ranting se-Kecamatan Ambunten.

Hadir mewakili PCNU Sumenep di antaranya Katib PCNU Sumenep KH Bahrul Widad Sy, Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim, Sekretaris PCNU Sumenep Dr. H. Damanhuri, Wakil Ketua K. Khalqi, S.Ag., dan Mosa, S.Pd.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim menegaskan bahwa konferensi merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi yang harus dijalankan secara tertib dan berkelanjutan.

Menurutnya, konferensi tidak semata menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan pengabdian Nahdlatul Ulama kepada umat.

“Konferensi adalah kewajiban organisasi yang harus mampu menjaga ruh perjuangan NU agar tetap relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga nilai utama yang harus terus dijaga oleh seluruh kader Nahdlatul Ulama. Pertama, Ruh al-Din, yaitu semangat keberagamaan yang berakar pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi para muassis NU.

Kedua, Ruh al-Dakwah, yakni semangat mengajak masyarakat kepada kebaikan melalui dakwah lisan (bil maqal) maupun keteladanan dan tindakan nyata (bil hal) dalam berbagai bidang kehidupan.

Ketiga, Ruh al-Khidmah, yaitu semangat melayani umat melalui pendampingan, pemberdayaan, edukasi, dan advokasi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“NU harus terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan umat,” katanya.

Melalui konferensi tersebut, diharapkan kepemimpinan baru MWCNU Ambunten mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu, memperkuat tata kelola organisasi, serta memperluas manfaat kehadiran Nahdlatul Ulama bagi masyarakat di Kecamatan Ambunten dan sekitarnya.

Artikel Sebelumnya
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

RUMAH TAK BERPINTU

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga