Image Slider

LFNU Sumenep Gunakan Mizwala dalam Mengukur Arah Kiblat Kantor PCNU 

Kota, NU Online Sumenep 

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep melaksanakan pengukuran arah kiblat di Kantor PCNU Sumenep pada momentum Istiwaul A’dham 1447 H. Dalam kegiatan tersebut Mizwala Qibla Finder digunakan sebagai alat utama, Kamis (28/05/2026).

Mizwala sendiri merupakan instrumen falak modern yang dirancang untuk membantu penentuan arah kiblat secara presisi dengan memanfaatkan posisi matahari. 

Menurut Kiai Fathor Rois, Ketua LFNU Sumenep, alat tersebut bekerja berdasarkan data astronomis dan arah bayangan matahari pada waktu tertentu, khususnya saat terjadinya Istiwaul A’dham atau ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah.

Untuk meningkatkan ketelitian hasil pengukuran, penggunaan Mizwala didukung sejumlah perangkat tambahan, seperti water pass, benang, dan lampu laser.

“Water pass digunakan untuk memastikan posisi alat benar-benar datar dan seimbang sehingga tidak terjadi kemiringan yang dapat memengaruhi hasil pengukuran. Sementara benang berfungsi sebagai penentu garis lurus atau garis bidik arah bayangan matahari menuju titik kiblat” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa lampu laser dimanfaatkan untuk membantu penarikan garis arah kiblat secara lebih presisi, terutama pada bidang ruangan atau lantai yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi.

Kemudian, tahapan pengukuran dimulai sejak pukul 16.00 WIB dengan pemasangan dan kalibrasi seluruh perangkat. Pada tahap ini, tim memastikan setiap alat berada pada posisi yang tepat dan stabil karena perubahan kecil pada posisi alat dapat memengaruhi tingkat akurasi hasil pengukuran.

“Proses inti berlangsung saat momentum Istiwaul A’dham pada pukul 16.18 WIB, ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah. Pada saat tersebut, arah bayangan benda tegak lurus menunjukkan garis kiblat secara astronomis. Pengukuran kemudian diselesaikan pada pukul 16.32 WIB setelah seluruh garis arah kiblat diverifikasi melalui pembacaan dan pengecekan ulang alat,” terangnya.

Anggota LFNU Sumenep, Dr Achmad Mulyadi, menjelaskan bahwa metode ini menghasilkan tingkat akurasi yang sangat tinggi karena memanfaatkan posisi astronomis matahari secara langsung.

“Tingkat akurasinya sangat tinggi karena memanfaatkan posisi astronomis matahari secara langsung tanpa bergantung sepenuhnya pada kompas yang sering dipengaruhi medan magnet atau gangguan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui penggunaan Mizwala dan perangkat pendukung lainnya, proses penentuan arah kiblat tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga mengedepankan ketelitian ilmiah berbasis astronomi Islam.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa pengukuran arah kiblat modern merupakan perpaduan antara tradisi ilmu falak klasik dan perkembangan teknologi kontemporer untuk menghasilkan arah kiblat yang tepat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syar’i” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa tim pengukuran terdiri atas Dr Achmad Mulyadi, Kiai Fathor Rois, Fathor Rosi, Moh Afif, Suwaifi, Misnari, Faisal Haq, dan Tolak Aida. Untuk memaksimalkan proses observasi, tim dibagi menjadi dua kelompok yang bertugas di lantai bawah dan lantai atas Kantor PCNU Sumenep.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga