Image Slider

Kiai Bahrul Widad: Munajat Penting untuk Kesuksesan Muktamar Meski NU Dijaga Para Wali

Batang-Batang, NU Online Sumenep

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Munajat dan Riyadlah untuk Kesuksesan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Bahtsul Masail PCNU Sumenep di Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Al-Qadar, Kecamatan Batang-Batang, Ahad (12/7/2026).

Katib PCNU Sumenep, KH Muhammad Bahrul Widad, menegaskan bahwa munajat dan riyadlah merupakan ikhtiar spiritual yang penting untuk menyongsong pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan para sesepuh NU.

“Hendaknya kita melaksanakan munajat dan riyadlah untuk kesuksesan Muktamar ke-35 yang diminta oleh sesepuh NU,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara spiritual NU merupakan organisasi yang selalu mendapat penjagaan para wali. Namun demikian, seluruh Nahdliyin tetap memiliki kewajiban untuk berikhtiar melalui doa dan munajat.

“NU dijaga oleh para wali bagaimana NU tetap kuat, tapi ini ikhtiar kita untuk tetap melaksanakan munajat,” katanya.

Kiai Bahrul Widad juga menyoroti dinamika yang berkembang menjelang pelaksanaan muktamar. Menurutnya, perbedaan pandangan dan diskusi menjelang forum permusyawaratan tertinggi NU merupakan hal yang telah terjadi sejak dahulu. Hanya saja, perkembangan media sosial membuat dinamika tersebut kini lebih mudah diketahui publik.

“Dilihat di medsos sepertinya seru. Namun sejak dulu menjelang muktamar begitu. Namun dulu medsos belum ada sehingga tidak terlalu riuh seperti sekarang. Zaman Gus Dur dulu lebih parah bahkan hingga lempar kursi. Namun sekarang kan tidak sampai begitu,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa besarnya perhatian publik terhadap NU tidak lepas dari posisi organisasi tersebut sebagai organisasi keagamaan terbesar yang bergerak di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya organisasi lain-pun sebenarnya sama.

“Di organisasi NU memang sorotannya berbeda,” tuturnya.

Karena itu, ia mengimbau seluruh Nahdliyin agar tidak terprovokasi oleh berbagai dinamika yang berkembang menjelang muktamar. Menurutnya, doa dan menjaga persatuan jauh lebih penting daripada terlibat dalam perdebatan yang berpotensi memecah belah.

” Untuk menjaga suasana tetap kondusif. Harapan untuk Nahdliyin tidak ikut konflik. Saya harapkan untuk tetap bermunajat mendoakan,” pesannya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga