Kota, NU Online Sumenep
Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mulai mematangkan persiapan operasional Radio Nusa FM. Hal ini diwujudkan melalui musyawarah pembentukan tim pengelola sekaligus penyusunan rancangan program siaran yang berlangsung di Aula Kantor PCNU Sumenep, Jumat (3/7/2026).
Musyawarah dipimpin oleh Koordinator Radio Nusa FM LTN PCNU Sumenep, Farida Alief, dan diikuti calon pengelola radio yang didominasi kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Ketua LTN PCNU Sumenep, Fahri Farghiz, menyampaikan bahwa kehadiran Radio Nusa FM merupakan ikhtiar dalam memperkuat ekosistem media Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, radio masih memiliki peran strategis sebagai media komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.
“Terutama dalam menyebarluaskan informasi yang akurat, edukatif, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujarnya.
Ia menambahkan, LTN PCNU Sumenep akan terus memberikan pendampingan kepada tim pengelola agar Radio Nusa FM mampu berkembang menjadi media yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jati diri Nahdlatul Ulama.
“Kami berharap pengelola dapat bekerja secara profesional, kreatif, dan konsisten menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo itu.
Dalam musyawarah itu disepakati pembentukan struktur pengelola Radio Nusa FM yang mencakup koordinator, programmer, penyiar, music director (MD), teknisi siaran, hingga script writer. Selain itu, mereka juga merumuskan berbagai konsep dan program siaran.
Koordinator Radio Nusa FM LTN PCNU Sumenep, Farida Alief, mengatakan bahwa pembentukan tim merupakan langkah awal untuk membangun tata kelola radio yang profesional sekaligus menghadirkan media dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Radio Nusa FM diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi kader muda NU untuk berkreasi, belajar, dan mengembangkan kemampuan di bidang penyiaran,” katanya.
Farida menjelaskan bahwa penyusunan program siaran juga menjadi fokus utama dalam musyawarah tersebut. Menurutnya, Radio Nusa FM akan menghadirkan konten yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif, inspiratif, dan menguatkan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
“Seluruh usulan program yang telah dirumuskan akan kami sampaikan kepada pembina sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan,” pungkasnya.
Editor: Moh Khoirus Shadiqin

