Image Slider

Malam Puncak HIMA 2026, Kiai Faiz Syukron Ajak Santri Jadikan Al-Qur’an Fondasi Keilmuan

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

KH Muhammad Faiz Syukron Makmum selaku Pangasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta menuturkan bahwa menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi keilmuan merupakan kunci bagi santri dalam menghadapi perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi ceramah agama pada Malam Puncak Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA) 2026 di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Rabu (08/07/2026).

Di hadapan para kiai, guru, santri, alumni, dan masyarakat yang memadati lokasi acara, beliau mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk senantiasa istiqamah menjaga Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Rasulullah SAW yang terus hidup dan relevan hingga akhir zaman.

Menurutnya, berbeda dengan mukjizat para nabi terdahulu yang bersifat indrawi dan hanya dapat disaksikan oleh umat pada masanya, mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa Al-Qur’an memiliki sifat yang kekal.

“Semua ilmu berangkat dari Al-Qur’an. Mukjizat Rasulullah bukan sekadar untuk dibaca, tetapi menjadi sumber lahirnya ilmu, membimbing akal manusia, dan menghadirkan ketenangan dalam kehidupan,” ungkapnya.

Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini kemudian menjelaskan bahwa mukjizat para nabi sebelum Rasulullah SAW, seperti mukjizat Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Isa AS, merupakan peristiwa luar biasa yang bersifat fisik (hissiyah).

“Mukjizat-mukjizat tersebut hanya berlaku pada ruang, waktu, dan kaum tertentu sehingga generasi setelahnya hanya dapat mengetahuinya melalui riwayat yang sahih,” tambahnya.

Sebaliknya, Al-Qur’an merupakan mukjizat yang bersifat maknawi dan rasional. Keindahan bahasa, kandungan ilmu, serta kebenarannya dapat terus dikaji dan dibuktikan oleh siapa pun sepanjang zaman.

“Keistimewaan Al-Qur’an terletak pada sifatnya yang abadi. Allah sendiri yang menjaganya sehingga tetap menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia sampai akhir zaman,” lanjut Kiai Faiz Syukron.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan yang memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

“Karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang membawa manfaat bagi sesama dan alam sekitar,” tambahnya.

Kepada para santri, Kiai Faiz Syukron berpesan agar terus meningkatkan semangat menuntut ilmu sesuai dengan perkembangan zaman.

“Santri harus mempelajari ilmu yang sesuai dengan tuntutan zaman. Kemajuan teknologi jangan membuat kita jauh dari Al-Qur’an. Justru Al-Qur’an harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga ilmu yang dimiliki membawa kemaslahatan,” pesannya.

Ceramah tersebut disambut antusias oleh para hadirin. Tausiyah yang disampaikan tidak hanya mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, tetapi juga mempertegas peran santri sebagai generasi penerus yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai wahyu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Editor: Moh Khoirus Shadiqin

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga