Image Slider

Puisi Nelly Fauzia

Di Pesantren

Di pesantren

aku belajar banyak hal,

bukan hanya dari kitab-kitab kuning

yang dibaca berulang-ulang

sampai mata berkunang.

Aku belajar dari kesederhanaan.

Dari sarung yang tak pernah malu

menjadi pakaian harian.

Dari sandal jepit

yang setia menemani langkah demi langkah

menuju langgar kecil

yang lampunya kadang temaram.

Masih kuingat dawuh kyai:

ilmu bukan hanya yang kau hafal,

tapi yang menjadikan hatimu

tidak merasa paling benar.

Di bawah langit yang sama

para santri mengulang doa-doa lama—

doa yang diwariskan para ulama

yang mencintai negeri ini

seperti mencintai rumahnya sendiri.

Orang-orang kerap menyebutnya

Nahdlatul Ulama.

Tapi bagi kami

ia hanya jalan sunyi

untuk tetap tawadhu’

di tengah dunia

yang penuh hiruk-pikuk.

Di pesantren

kami belum tentu menjadi alim,

tapi setidaknya

kami sedang belajar

menjadi manusia.

Nelly Fauzia lahir di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Sumenep, pada 12 Februari 2004. Ia mulai menyukai dunia literasi sejak bangku SMA. Kegemarannya menulis melahirkan beberapa karya puisi yang kemudian dimuat dalam berbagai buku antologi puisi. Saat ini, ia mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai pengajar materi Aswaja dan Ke-NU-an di MTs Nurul Yaqin.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga