Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Guna mengasah keterampilan berdiskusi, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk menggelar program bertajuk Ruang Diskusi.
Kegiatan yang mengusung tema “Pendidikan Perspektif Gus Dur” tersebut bertempat di Kafe In Instika pada Senin (14/3/2022). Ruang diskusi diikuti seluruh mahasiswa program studi PAI semua semester. Hadir sebagai pemantik yaitu Ahmad Sanusi.
Sanusi banyak menjelaskan tentang konsep dan gagasan K.H Abdurrahman Wahid tentang pembaruan pesantren. Menurut Gus Dur, visi, misi, dan tujuan pesantren harus disesuaikan dengan perkembangan zaman di era globalisasi tanpa menghilangkan identitasnya sebagai penjaga tradisi keilmuan klasik.
Staf kemahasiswaan Instika ini mengatakan, “Pendidikan Islam perspektif Gus Dur adalah sebuah kombinasi antara pemikiran yang tradisional dan modern sehingga mampu melahirkan sistem pendidikan dalam konsep pembaruan, sesuai dengan tuntutan zaman.”
“Tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. Pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian manusia menuju pendewasaan. Dengan demikian tujuan akhir pendidikan Islam adalah sebagai proses membentuk diri peserta didik agar sesuai dengan fitrah keberadaannya,” tambahnya.
Salman selaku ketua HMP PAI mengatakan, “Ini hanya awal, untuk selanjutnya Program Ruang Diskusi ini akan dirutinkan secara massif setiap setengah bulan sekali dengan pemantik yang berbeda,” katanya di sela-sela diskusi.
Pewarta: Zainul Muqarrabin

