Image Slider

Dakwah Digital dan Kemandirian Ekonomi, Kunci Kesuksesan IPNU Sumenep

Bluto, NU Online Sumenep

Zaynollah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep menceritakan, selama dua tahun memimpin organisasi penuh dengan dinamika. Di saat mengawali pengabdiannya, dipaksa untuk menyesuaikan dengan situasi yang menekan laju organisasi tidak, yakni pandemi. Sebagai nakhoda, pantang baginya melipat bendera yang sudah berkibar dengan gagah di angkasa.

Penegasan ini disampaikan di acara Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XXII PC IPNU Sumenep dengan tema ‘IPNU Juara: Laboratorium Pelajar Nusantara’, Ahad (13/03/2022) di Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, Sumenep.

“Saat mengarungi kepengurusan pada tanggal 22 Februari 2020, kami memeras otak lebih keras lagi agar pelajar NU menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif yang bisa menancapkan eksistensi organisasi dengan baik dan gemilang,” ujar mengawali pidato terakhirnya.

Tak hanya itu, ia merasa bangga menyampaikan kabar baik dan LPJ secara moral. Zen sapaannya menyatakan, pada tanggal 24 September 2021, tak disangka, PC IPNU Sumenep dinobatkan sebagai juara umum IPNU Jatim Award.

“Melihat pada situasi dan kondisi yang dihadapinya, tidak mungkin dilakukannya secara maksimal, tetapi Pimpinan Wilayah (PW) punya penilaian sendiri. Kami hanya melanjutkan estafet organisasi. Yang mendidikan kita semua adalah para alumni yang dididik oleh kiai. Bagi kami, apa yang dilakukannya jauh dari kata cukup,” terangnya.

Koordinator Gusdurian Sumenep itu mengutarakan, sejak awal menjabat sebagai ketua, ada dua program yang ia target. Pertama, penguatan akidah dan keilmuan di semua pimpinan yang dilakukannya secara merata. Kedua, kemandirian ekonomi pelajar sehingga IPNU tidak hanya menjadi inkubator, tetapi menjadi percontohan dari beberapa pimpinan.

“Inilah salah satu faktor yang menyebabkan IPNU Sumenep menyabet juara umum di tingkat provinsi, yakni di bidang inovasi. Dari program ini ada dua hal yang kami lakukan. Pertama, ketahanan digital. Alhamdulillah, kanal YouTube kita memiliki subscriber tertinggi di Indonesia, nomor dua setelah Pimpinan Pusat (PP),” ungkapnya, gemuruh tepuk tangan ramaikan suasana.

Kedua, kemandirian ekonomi. Semangat Nahdlatul Tujjar yang didengungkan oleh NU harus dayung bersambut pada generasi di bawahnya. Oleh karenanya, di bulan Ramadhan tahun lalu, pihaknya membentuk lembaga usaha resmi yang berbadan hukum, yaitu santripreneur Nahdlatut Tujjar.

“Dalam wadah ini, para pelajar NU bersama-sama belajar berwirausaha guna mengembangkan beberapa potensi diri, salah satunya dengan program pengemasan beras lokal yang bekerja sama dengan petani. Selain itu, Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) menjadi yang terbaik se-Jawa Timur. inilah aset bagi NU yang suatu saat nanti bisa berkembang lebih jauh lagi,” imbuhnya.

Alumni Pondok Pesantren Nurud Dhalam Ganding itu melaporkan bahwa ada 22 Pimpinan Anak Cabang (PAC) baik di daratan dan kepulauan. Telah terbentuk 2 Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), 3 Pimpinan Anak Ranting (PAR) tingkat dusun, 90 Pimpinan Komisariat (PK), dan 40 Pimpinan Ranting (PR).

“Angka yang insya Allah berkembang pesat, kurang lebih dua kali lipat dari periode sebelumnya. Semuanya berkat perkembangan organisasi yang tertata dan akselerasi kaderisasi yang dikembangkan di seluruh tingkatan,” tuturnya.

Menurutnya, yang ia lakukan bukan perjuangannya secara pribadi, tetapi perjuangan kader di semua pimpinan. Karena IPNU milik seluruh pelajar NU. Oleh sebab itu, Zaynollah mengimbau untuk menunjukkan kepada khalayak bahwa IPNU sebagai kapal besar yang membawa ribuan penumpang. Namun tidak cukup disebut besar, tetapi menunjukkan bahwa IPNU besar dan kuat.

“Salah satu caranya adalah meneguhkan diri, melestarikan citra sami’na wa atho’na pada pimpinan, guru, dan kiai. Kita sudah memulainya dari semua pimpinan untuk menggerakkan fi shaffin wahid. Satu gerakan, satu komando, patuh pada pimpinan. Inilah kapal besar yang akan mengarungi bahtera perjalanan kita ke depan. Kami berharap, IPNU menjadi solusi alternatif di tengah problem kepemudaan yang masih merajalela,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga