Image Slider

Yayasan Tarbiyatus Shibyan Peringati Malam Nuzulul Qur’an Bersama IKSASS Putri

Dungkek, NU Online Sumenep

Pondok Ramadhan yang diselenggarakan oleh Yayasan Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek resmi ditutup dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an di halaman SMA Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek pada Ahad (17/04/2022).

Kegiatan gabungan yang diselenggarakan oleh OSIS di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Tarbiyatus Shibyan ini bertajuk Sekolah Rasa Pesantren, Siswa Rasa Santri.

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh dengan rentetan kegiatan tadarus Alquran, sholat berjamaah, bimbingan Al quran, Ceramah Ramadhan kemudian ditutup dengan Pengajian Umum Malam Nuzulul Qur’an Bersama Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Putri Rayon Sumenep-Pamekasan.

Kiai Haji Nawawi Thabrani, selaku penceramah menceritakan kisah ayahanda Imam Syafi’i yang setiap ada pengajian pasti duduk di paling depan karena ingin mendapatkan barokah dari para ulama yang hadir pada pengajian tersebut. Begitupun juga ayahanda Imam Ghazali.

Ketua BAZNAS Kabupaten Situbondo itu menambahkan bahwa salah satu hikmah dari adanya bulan Ramadhan adalah mengajarkan kepedulian kepada orang orang miskin.

Lebih lanjut, ia menceritakan kisah nabi Yusuf yang melaparkan dirinya agar merasakan nasib yang sama dengan orang miskin.

“Nabi Yusuf melaparkan diri padahal kaya raya. Ketika nabi Yusuf ditanya? Kalau aku kenyang, aku lupa kepada orang orang miskin,” katanya.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhar Asembagus itu menyarankan kepada seluruh hadirin agar memperbanyak bersedekah. Bahkan, menurutnya karena sedekah ada cerita seorang hamba yang kematiannya ditunda oleh Allah SWT.

Ia menambahkan Bulan Ramadhan menjadi bulan yang istimewa karena pada bulan tersebut Lailatul Qadar diturunkan, Al Qur’an diturunkan dan setiap bulan Ramadhan malaikat Jibril turun untuk mengulang bacaan Alquran kepada Nabi Muhammad.

“Karenanya kita kemudian mengenal tadarus,” katanya.

Alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah tersebut menyakini bahwa hadirnya organisasi santri dan Nahdhatul ulama dapat membentengi masyarakat dari aliran salafi Wahabi sehingga dapat menjaga ahlussunnah wal jamaah.

“Selama Organisasi santri tetap berjalan dan NU tetap berkegiatan maka hal ini yang membentengi terhadap aliran aliran yang masuk ke sekolah dan perguruan tinggi,” pungkasnya

Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga