Pragaan, NU Online Sumenep
Salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh orang yang masih hidup terhadap orang yang sudah tiada adalah memandikan, mengafani, menshalati dan menguburkan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Moh Khoirur Rachman saat mengisi pelatihan mengurus jenazah, Ahad (31/07/2022) di kediaman Kiai Wahid Desa Larangan Perreng, Pragaan. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU dan Fatayat NU setempat.
“Selain bersilaturahim di ranting, kami menjelaskan secara gamblang tentang cara mengurus jenazah, mulai dari sakaratul maut sampai ke tahap penguburan,” tutur Sekretaris Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Pragaan saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Senin (01/08/2022).
Menurutnya, kegiatan ini terinisiasi dari problem yang ada di tengah-tengah masyarakat, yakni sulit ditemukan kalangan wanita mengurus jenazah wanita yang sudah meninggal dunia.
“Lewat pelatihan ini, ibu-ibu Muslimat dan Pemudi NU bisa mempraktikkannya saat ada salah satu kerabat atau tetangganya meninggal dunia. Maksudnya, ikut serta dalam mengurus jenazah tanpa menunggu laki-laki yang terbiasa mengurus jenazah,” tandasnya.
Editor: Moh Khairus Shadiqin

