Image Slider

Ikhtibar Ke-14 MD. Khairul Wira’i, KH. Khairuddin Tekankan Pentingnya Majelis Ilmu dan Adab Santri

Lenteng, NU Online Sumenep

Madrasah Diniyah (MD) Khairul Wira’i Pondok Pesantren Nurul Yaqin Lembung Barat, Lenteng, Sumenep menggelar Malam Puncak Ikhtibar Ke-14 dan Haul Masyayikh PP. Nurul Yaqin yang dikemas dengan pengajian umum pada Jum’at (30/01/2026) di halaman setempat.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Lembung Barat, para santri, tokoh masyarakat, wali santri, alumni, serta masyarakat sekitar yang memadati lokasi acara dengan penuh khidmat.

Pengajian umum tersebut menghadirkan penceramah kondang KH. Khairuddin. Dalam tausiahnya, beliau menekankan pentingnya menghidupkan majelis ilmu sebagai jalan meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT.

“Perbanyaklah mengaji di majelis ilmu. Orang-orang yang duduk dalam majelis ilmu itu akan dinaungi malaikat, bahkan ada malaikat yang memohonkan ampun kepada Allah bagi mereka,” tutur Pengasuh PP. Pajung Batuputih Sumenep ini di hadapan jamaah.

Selain itu, beliau mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga adab kepada kiai dan guru.

Menurutnya, keberhasilan ilmu sangat ditentukan oleh sikap hormat dan tawadhu’ kepada para kiai dan guru.

“Hormati kiai dan guru. Jangan sedikit-sedikit menyalahkan mereka. Ilmu itu tidak akan berkah kalau adabnya rusak,” tegasnya.

Alumni Pondok Pesantren Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk ini juga mengajak para santri untuk memperbanyak berkumpul dengan ulama dan orang-orang alim.

Ia menuturkan bahwa keberkahan bukan hanya didapat dari belajar, tetapi juga dari kebersamaan dengan orang-orang saleh.

“Melihat wajah orang alim saja pahalanya besar, apalagi jika kita menimba ilmu langsung kepada mereka,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menegaskan pentingnya melestarikan tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat Nahdlatul Ulama, salah satunya tradisi tahlil.

“Tradisi tahlil, meskipun durasinya agak lama, harus tetap dilestarikan. Di dalamnya ada doa, dzikir, dan keberkahan yang luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, KH. Khairuddin memotivasi para santri agar tidak mudah menyerah dalam menuntut ilmu. Ia menegaskan bahwa kesuksesan membutuhkan proses panjang yang penuh perjuangan.

“Santri yang ingin sukses harus siap berjuang dan bersakit-sakit dahulu. Bersenang-senang itu nanti, setelah berhasil,” pesannya.

Beliau pun berbagi pengalaman hidupnya sebagai penguat motivasi. “Dulu saya juga berjuang dulu, baru kemudian merasakan hasilnya,” katanya.

KH. Khairuddin juga menyampaikan pesan khusus kepada para wali santri agar tidak berlebihan dalam memanjakan anak-anaknya selama proses pendidikan di madrasah maupun pesantren.

“Saya titip pesan kepada para wali santri, jangan terlalu memanjakan anak. Kalau ingin anaknya jadi orang, jadi santri yang berhasil, ya harus ditempa. Jangan sedikit-sedikit dibela, jangan sedikit-sedikit dikasih kemudahan,” ujarnya.

Menurutnya, proses pendidikan membutuhkan ketegasan dan kesabaran, baik dari pihak guru maupun orang tua. Memanjakan anak secara berlebihan justru dapat melemahkan mental dan semangat juang santri.

“Santri itu harus dibiasakan hidup sederhana, disiplin, dan kuat menghadapi kesulitan. Dari situlah nanti lahir pribadi yang tangguh dan berilmu,” tegasnya.

Sementara itu, K. A. Wahid selaku Kepala Madrasah Diniyah Khairul Wira’i menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Ikhtibar Ke-14.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, dewan guru, wali santri, alumni, serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya Ikhtibar Ke-14 MD. Khairul Wira’i ini dengan lancar dan khidmat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada para guru tugas yang telah mengabdikan diri selama satu tahun penuh dalam mendidik dan membimbing para santri.

“Secara khusus kami mengapresiasi para guru tugas yang telah mengabdi selama satu tahun. Dedikasi, kesabaran, dan keikhlasannya sangat berarti bagi kemajuan madrasah dan pembentukan karakter santri,” tuturnya.

Menurutnya, pengabdian para guru tugas merupakan bagian penting dari keberlangsungan pendidikan keagamaan di lingkungan madrasah diniyah.

Ikhtibar Ke-14 MD. Khairul Wira’i ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi pembelajaran santri, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai keilmuan, adab, dan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

Jamaah berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi umat.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga