Image Slider

Kiai Thoifur Ali Wafa: Khidmah di NU Perlu Keterhubungan Batin dan Istikharah

Ambunten, NU Online Sumenep

Kiai Thoifur Ali Wafa menegaskan kesediaannya mengemban amanah sebagai Mustasyar PCNU Sumenep masa bakti 2025-2030 dengan komitmen keterhubungan lahir dan batin terhadap Nahdlatul Ulama.

Hal ini disampaikan dalam Silaturrahim dan Ziarah Makbarah Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, Minggu, 24 Januari 2026.

Menurutnya, relasi dengan NU tidak cukup bersifat struktural, tetapi harus terjaga secara spiritual.

“Saya bersedia menjadi Mustasyar PCNU dan senantiasa terkoneksi dengan NU, baik secara batin maupun fisik,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Kiai Thoifur juga mendoakan agar jajaran pengurus PCNU Sumenep diberi kekuatan dalam mengemban amanah dan konsisten berkhidmat kepada jam’iyah.

Menariknya, ia menyoroti pentingnya istikharah dalam pengambilan keputusan strategis NU. Ia menjelaskan, istikharah dapat menjadi solusi saat menghadapi pilihan-pilihan krusial.

“Dalam istikharah ada tiga kemungkinan jawaban: baik, tidak baik, dan tidak jelas. Jika belum jelas, maka istikharah perlu dilanjutkan,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan dimensi spiritual sebagai fondasi utama kepemimpinan NU.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga