Setiap orang pasti memiliki cita-cita yang tidak kesampaian sebab adanya halangan, rintangan, ataupun hal lainnya. Seorang tokoh besar seperti Hadratussyekh KH. M. Hasyim Asy’ari juga mengalami hal serupa.
Ia mengungkapkan hal tersebut ketika bersilaturahim dengan sahabatnya, KH. Abdus Salam, pendiri Pondok Pesantren Mathali’ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah.
Sewaktu Rais Akbar Nahdlatul Ulama tersebut tiba di kediaman Kiai Salam, didapatinya sang kiai sedang mengajar anak-anak kecil yang sedang mengaji.
Mengetahui hal itu, Mbah Hasyim menahan langkah dan menyembunyikan diri dari pandangan Kiai Salam. Setelah anak-anak selesai mengaji semua, barulah beliau menghampiri sahabatnya dan kemudian mengucapkan salam, yang disambut dengan suka cita.
Namun kemudian Mbah Hasyim nampak mengendalikan air mata dan menahan nafas dalam-dalam. Kiai Salam pun bertanya: “Ada apa, Yai?’’
Jawab Mbah Hasyim: “Aku punya cita-cita sudah sejak lama, tapi hingga sekarang belum mampu kulaksanakan. Kiai Salam malah sudah istiqamah. Aku iri …’’
“Cita-cita apa, Yai?’’ Kiai Salam bertanya lagi. “Taklim al-shibyan (Mengajar anak-anak kecil),’’ jawab Mbah Hasyim kemudian.
Sumber : Buku “Biografi Kiai Bisri Syansuri” karya Abdussalam Shohib, dkk.

