Image Slider

Minta Persetujuan PCNU, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Terkait Pandemi

Kota, NU Online Sumenep

Meledaknya kasus Covid-19 dengan ragam varian baru di Indonesia adalah satu fakta bahwa pandemi ini belum berakhir. Bahkan virus yang sangat berbahaya ini muncul kembali dengan sangat cepat menyebar.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep berharap agar wabah ini tidak hanya dihadapi dengan ikhtiar lahir saja. Melainkan juga harus diimbangi dengan ikhtiar bathin.

Hal ini disampaikan KH. A. Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep saat silaturrahim balasan dengan Bupati Sumenep Ahmad Fauzi di Pendopo Agung Keraton, Kamis malam, (1/7/2020).

“Sekedar laporan Bapak Bupati, bahwa dalam menghadapi pandemi, kami PCNU Sumenep sejak Maret 2020 lalu hingga saat ini melakukan Khatmil Qur’an tiap satu Minggu sekali. Dan itu kami laksanakan secara berkelanjutan,” ungkap beliau.

Ikhtiar bathin yang dilakukan oleh PCNU Sumenep itu diharapkan dapat diketuk-tularkan kepada semua pihak, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun lainnya untuk juga melakukan hal yang sama. Secara berkesinambungan.

“Malam Jum’at khatam, hari Jum’atnya kita mulai lagi. Terus begitu. Karena kami yakin Bapak Bupati, dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, pandemi ini akan segera diangkat,” imbuh beliau.

Menyikapi hal itu, Bupati Sumenep Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya beberapa hari yang lalu melakukan rapat dengan jajaran OPD terkait penanganan pandemi Covid-19 yang terus meningkat di Kabupaten Sumenep.

Dirinya mengaku bahwa untuk pandemi Covid-19 yang menyebar saat ini lebih sulit disembuhkan ketimbang tahun lalu. Apalagi ditambah dengan munculnya ragam varian yang justru lebih kompleks.

“Saya sampaikan kepada Pak Sekda (sekretaris daerah), ini harus ada usaha lain pak. Selain ikhtiar tenaga, pikiran dan materi, ini perlu ikhtiar doa. Biar ada pembeda Pak,” ungkap Fauzi menceritakan.

Dirinya meminta dukungan kepada PCNU Sumenep untuk mengeluarkan surat edaran terkait ikhtiar memerangi pandemi dengan memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT.

“Kalo sama-sama setuju nanti kita kelurkan surat edarannya. Karena kalo tanpa dukungan dan persetujuan dari pihak lain nantinya malah timbul pro-kontra. Misalnya soal protokol kesehatan,” imbuhnya.

Orang nomor satu di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep ini mengaku bahwa sangat alot untuk mengatasi Pandemi Covid-19. Sulit untuk disembuhkan. Berbeda dengan tahun sebelumnya.

Alhasil, PCNU Sumenep menyepakati untuk bersama-sama meningkatkan ikhtiar bathin guna menghadapi wabah tersebut dengan memperbanyak membaca Shalawat Syifa Thibbil Qulub.

Kemudian dikeluarkanlah surat edaran Bupati Sumenep Nomor: 451/187/435.012/2021 tertanggal 2 Juli 2021, ditujukan kepada OPD, Camat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, Ketua PCNU, Ketua DMI Sumenep, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sumenep, Pengasuh Pondok Pesantren dan Lurah se-Kabupaten Sumenep.

Editor: Abdul Warits

 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga