Kota, NU Online Sumenep
KH Md Widadi Rahim resmi ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2025-2030. Ia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) NU yang dipusatkan di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Ahad (07/12/2025) lalu.
Kiai Widadi, sapaan karibnya, merupakan sosok yang lahir dan besar di lingkungan pesantren pada 17 Agustus 1982 silam. Ia tumbuh dan dididik langsung oleh dua garis keluarga alim yang cukup berpengaruh. Sehingga membentuk karakter religius dan jiwa sosial sejak muda.
Ayahnya, KH Fathor Rahim bin KH Abduh, merupakan bagian dari mata rantai keulamaan Pondok Pesantren Raudlah Najiyah Lengkong, Bragung, Guluk-Guluk. Sementara ibunya, Nyai Hj Elliyah Habibi binti KH Habibullah Rois Ibrahim, berasal dari lingkungan Pondok Pesantren Al Is’af Kalabaan.
Dalam perjalanan kehidupannya, Kiai Widadi menikah dengan Nyai Hj Sakinatus Syafiqoh. Dari pernikahan ini dikaruniai lima putra dan putri. Secara berurutan dari yang tertua, yaitu, M Nadzir Ibrohim El Widad, Mufazatir Rifdah El Widad, Nihla Afifatul Millah El Widad, Ruhaniya Al Kholilah El Widad, dan M Habibullah El Widad.
Jejak Pendidikan
Tak seperti kebanyakan, Kiai Widadi menempuh pendidikan formal tidak sampai lulus tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun, di balik itu semua, ia memiliki rekam perjalanan yang sangat kaya dalam pendidikan non formal.
Kiai Widadi diketahui telah menimba ilmu dari pesantren-pesantren ternama, khususnya di kawasan Madura dan Tapal Kuda. Pangalaman panjang menempuh pendidikan pesantren ini memberi warna kuat pada wawasan keilmuan dan sikap keagamaannya.
Tercatat, Kiai Widadi pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Muqri Prenduan (1992–1999), Pesantren Sidogiri Pasuruan (2000–2003), Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk (2005), dan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo (2005).
“Nyantri di Pesantren Annuqayah dan Sukorejo ini memang tidak lama, hanya beberapa hari, sekadar menjalani niat dan menyambung sanad,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Khidmah NU dan Kiprah Sosial
Sebagai sosok keluarga besar pesantren, ia juga menjadi bagian penting dari struktur keluarga pesantren. Ia pernah tercatat sebagai Sekretaris Majelis Keluarga Pondok Pesantren Al Is’af Kalabaan serta Ketua I Yayasan Raudlah Najiyah Lengkong.
Kedekatan dengan kultur pesantren membuat Kiai Widadi aktif dalam jamiyah Nahdlatul Ulama. Ia pernah dipercaya sebagai Penasihat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Guluk-Guluk (2017–2018).
Selain itu, ia melanjutkan amanah sebagai bagian dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk. Kiai Widadi diamanahi sebagai Ketua MWCNU Guluk-Guluk masa khidmat 2019–2024 dan 2024-sekarang.
Keterlibatannya bukan hanya dalam tataran struktural, tetapi juga menyentuh sisi sosial-keagamaan yang menjadi denyut utama kegiatan warga NU. Ia sering terlibat dalam penguatan kegiatan shalawat, pembinaan pemuda, hingga pendampingan masyarakat desa dalam berbagai urusan sosial.
Kedekatannya dengan masyarakat membuat dirinya dipercaya memegang beragam amanah non-struktural di lingkungan sosial. Kiai Widadi tercatat sebagai Penasihat KUPAS (Kumpulan Pemuda Sadar) sejak 2005, Penanggung Jawab Jam’iyah Sholawat APADA Taftijiyah, hingga Direktur APDA Tour Umroh dan Haji Khusus (2023–2025).

