Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk melakukan penandatanganan nota perjanjian kerja sama Memorandum of Agreement (MoA) bersama empat kabupaten di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Senin (6/12/2021).
Wakil Dekan FEBI Instika Guluk-Guluk, H M Tajus Subqi yang menandatangani kerja sama tersebut mengutarakan, ada sekitar seratus kepala desa dari empat kabupaten yang melakukan penandatangan.
“Panandatangan ini kami lakukan guna mendorong pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu kami mendorong agar pembangunan kawasan ekonomi syariah mandiri benar-benar terealisasikan di berbagai desa,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Kamis (9/12/2021).
Tak hanya itu, program MBKM akan memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih tempat belajar dalam beberapa Satuan Kredit Semester (SKS). Sehingga akhirnya mereka bisa terjun ke lapangan atau belajar di berbagai desa, khususnya yang ada di Madura.
“Secara geografis, Instika berada di desa, sangat menguntungkan bagi mahasiswa-mahasiswi untuk merealisaikan MBKM dengan bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat,” ungkapnya sambil tersenyum.
Hal senada dikatakan oleh Dekan FEBI Instika Guluk-Guluk, Kiai Ahmad Majdi Tsabit bahwa program ini akan mengangkat perekonomian warga sebagai pusat ekonomi syariah, sehingga terdapat keseimbangan antara perkotaan dan pedesaan.
Menurut Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Sumenep tersebut, penting kiranya untuk memperluas jaringan dan jangkauan guna pembangunan ekonomi syariah di tingkat desa.
“Lewat program inilah, produk lokal yang biasa dikenal di pedesaan akan menasional bahkan internasional,” ungkapnya sembari melapas lelah.
Dewan masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu berharap program yang digagas oleh kampus Tatakrama, bisa menyentuh masyarakat. “Mohon dukungan dan doanya,” tandasnya.
Editor: Ach Khalilurrahman

