Suatu hari Rasulullah berjalan seorang diri. Beliau melihat seorang wanita tua menunggu seseorang yang bisa dimintai tolong membawakan barangnya. Begitu Rasulullah lewat, wanita tersebut memanggil, “Ya ahlal Arab! Tolong bawakan barang ini, nanti akan kami bayar,” katanya.
Ternyata, Nabi Muhammad SAW sengaja lewat di hadapan nenek tersebut guna menolongnya. Pada saat itu, nabi menghampiri dan mengangkat barang-barang yang dibawa, “Ya, aku akan mengangkatnya tanpa bayaran sepeser pun,” tegasnya.
Saat itu, nenek tua itu merasa senang mendengar ucapan nabi, karena selama ini jarang sekali orang yang sudi membantunya tanpa pamrih.
Dipandanginyam wajah nabi yang bersih dan teduh itu membuat si nenek itu yakin anak muda yang menolongnya adalah seorang pemuda yang berbudi luhur.
Di tengah perjalanan, nenek itu menasehati nabi, “Kabarnya di kota Makkah ini ada seorang yang mengaku nabi, namanya Muhammad. Hati–hatilah engkau dengan orang itu. Jangan sampai engkau perpedaya olehnya,” pintanya.
Rasulullah hanya tersenyum mendengar perkataan nenek itu. Nabi tak terlihat marah sedikitpun. Kemudian beliau berkata, “Aku ini Muhammad,” ungkapnya.
Ketika mendengar penegasan nabi, nenek tersebut terperangah mengetahui bahwa pemuda yang menolongnya adalah Muhammad, yang dianggap sebagai penipu yang berbahaya. Maka saat itu juga ia bersyahadat sambil meminta maaf. “Sungguh engkau memiliki akhlak yang indah,” pungkasnya.

