Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Peringatan Hari Ibu menjadi momentum untuk melihat perjuangan ibu dan perempuan di berbagai lini kehidupan. Guna mengabadikan momen tersebut, Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk menggelar refleksi hari ibu dengan tajuk ‘Muslimah Cerdas Melahirkan Generasi Emas’, Rabu, (22/12/2021) di halaman pesantren setempat.
Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, Faizatin mengatakan dalam sambutannya tujuan, acara ini untuk merefleksikan serta merayakan berbagai kemajuan yang berhasil diraih oleh perempuan. Walaupun, perjuangan kaum perempuan masih panjang dan harus terus dilanjutkan.
“Kemajuan perempuan berdampak terhadap sebuah kemajuan bangsa, sehingga perjuangan untuk mencapainya menjadi kewajiban bagi semua pihak,” ucapnya.
Alumni Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini berharap agar para santri untuk tetap menghormati kepada yang lebih tua.
“Kita berada di pondok jauh dari orang tua. Namun di pondok kita juga memiliki pengasuh yang menjadi pengganti orang tua kita. Jadi siapapun itu kita harus menghormati kepada yang lebih tua, lebih-lebih orang tua kandung sendiri,” tegasnya.
Hadir sebagai penyaji yaitu Nyai Roziqah selaku Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Putri Annuqayah. Beliau mengawali penyampaiannya dengan mengulas arti muslimah cerdas.
“Muslimah harus cerdas, sebab ia menjadi fondasi awal pembangunan kualitas bangsanya. Kebanyakan anak berada di bawah didikan seorang ibu. Makanya, muslimah cerdas menjadi faktor utama dalam membentuk generasi berkualitas (emas) yang akan menyumbang perbaikan dan kemajuan untuk bangsa. Muslimah cerdas ialah ia yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidupnya,” tuturnya.
Bagi muslimah, lanjut dia, Al-Qur’an tidak hanya sekadar dijadikan pajangan yang disimpan dalam lemari teratas, lantas dibiarkan berdebu sekian lama. Muslimah ketika berkeluarga bertanggung jawab menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi dirinya dan keluarganya. Sehingga dalam keberadaannya di tengah keluarga, ia menjadi seorang istri shalehah, ibu yang mendidik, dan nenek yang agung.
“Ketika belum berkeluarga, ia pun mesti selalu mempersiapkan diri menjadi putri yang terhormat dalam keluarga. Muslim laki-laki dan perempuan adalah setara dalam porsi yang telah Allah tentukan,” ujarnya.
Dijelaskna pula, muslimah di masa kini harus mempunyai komitmen yang kuat untuk menjalankan syariat Allah.
“Setiap muslimah terlahir dengan dikaruniai beragam kelebihan oleh Allah SWT. Seorang muslimah haruslah memiliki pemikiran yang cerdas. Karena muslimah adalah ibu dan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena karakter seorang anak muncul berkat bimbingan dari orang tuanya. Muslimah di masa kini harus mempunyai komitmen yang kuat terhadap syariat Allah, sehingga apapun yang dilakukannya sesuai dengan jalan dan aturan Islam,” terangnya.
Diakhir penjelasannya, beliau memberikan tips agar menjadi sosok muslimah yang sukses. “Kesuksesan seorang muslimah itu bisa didapatkan dengan berbakti kepada ibu, berbakti kepada kedua orang tua, mendapatkan ridla kedua orang tua, dan memuliakan suaminya,” pungkasnya.
Editor: Firdausi

