Lenteng, NU Online Sumenep
Silaturahim dalam kacamata syariat merupakan amalan utama karena mampu menyambungkan apa-apa yang putus. Oleh karena itu, silaturahmi memiliki keutamaan atau manfaat yang luar biasa.
Atas dasar itu, pengurus Persatuan Santri Lenteng (Persal) Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Masa Bakti 2021-2022 mengadakan kegiatan silaturahim pada Ahad (06/02/2022) yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Lenteng.
Faisol Anam selaku Ketua Persal mengatakan, tujuan adanya kegiatan silaturahim ini dalam rangka merapatkan barisan guna mengadakan kegiatan-kegiatan Persal di liburan Ramadlan.
“Kegiatan silaturahim ini dalam rangka serap aspirasi dari alumni Persal terkait kegiatan-kegiatan Persal yang akan dilaksanakan ketika liburan Ramadlan. Banyak harapan dan masukan dari alumni demi keberlanjutan kegiatan tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Bapak A. Zainuddin Aziz selaku Koordinator Alumni Persal menuturkan kegiatan yang akan dilaksanakan Persal ke depan harus berdampak nyata ke masyarakat.
“Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang karena tuntutan kebutuhan dan pengaruh keyakinan, pikiran, serta ambisi tertentu dipersatukan dalam kehidupan kolektif. Sistem dan hukum yang terdapat dalam suatu masyarakat mencerminkan perilaku-perilaku individu karena individu-indivu tersebut terikat dengan hukum dan sistem tersebut. Oleh karena itu, kegiatan yang akan dicanangkan di Persal harus berdampak di masyarakat,” tuturnya.
Dosen Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk ini juga mengusulkan program yang akan dilaksanakan Persal ketika bulan Ramadlan yaitu Safari Ramadlan.
“Safari Ramadlan bisa dilaksanakan di Persal. Tujuannya sebagai media sosialisasi program Persal yang akan dilaksanakan di masyarakat. Tak hanya itu, safari Ramadlan juga menjadi wadah menerima saran dan masukan dari masyarakat, serta mendengar isu permasalahan di tengah masyarakat untuk dicari jalan keluarnya,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ahmad Azizi juga menyarankan program yang bagus juga untuk dilaksanakan Persal yaitu perlombaan hadrah Al-Banjari atau tradisional.
“Hadrah merupakan kegiatan kesenian yang bernuansa islami yang banyak dimainkan oleh kalangan santri. Sehingga perlu untuk dilestarikan,” katanya.
Aktivis PMII Komisariat Guluk-Guluk itu menyebutkan, ada tiga kriteria penilaian yang harus diperhatikan oleh peserta nantinya, yaitu vokal, musik, dan adab.
“Ketiga unsur tersebut harus benar-benar dikuasai oleh setiap peserta. Sebab ketiganya saling terkait,” jelas Azizi.
Menurut Azizi, Hadrah Al-Banjari berbeda dengan hadrah lainnya. Sebab dalam Hadrah Al-Banjari, permainan alat musiknya semuanya dipukul mengunakan tangan.
Mantan Ketua Persal itu berharap, kegiatan tersebut tidak sekadar selesai di perlombaan, namun juga sebagai media jalinan silaturrahmi antar grup dan juga meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Untuk diketahui hasil keputusan dari kegiatan silaturahim ini, pada bulan Ramadlan Persal akan mengadakan kegiatan-kegiatan, diantaranya haul pendiri Persal, khatmil qur’an keliling, festival lomba Ramadlan, peringatan hari lahir (Harlah) Persal, bakti sosial, dan temu alumni Persal.
Editor : Ach. Khalilurrahman

