Kota, NU Online Sumenep
Guru Besar Pagar Nusa Sumenep, K. Ach. Zaini Umar, mengingatkan para pesilat agar menjadikan akhlak sebagai fondasi utama dalam menekuni seni bela diri pencak silat. Menurutnya, kemampuan bertanding dan prestasi tidak akan berarti apabila tidak diiringi dengan akhlak yang mulia.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada penutupan Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa Cabang Sumenep di GOR A. Yani Sumenep, Ahad (2/8/2026). Kejuaraan yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu diikuti sekitar 200 atlet dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), rayon, dan ranting Pagar Nusa se-Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, K. Ach. Zaini Umar menegaskan bahwa seorang pendekar sejati tidak hanya diukur dari kemampuannya menguasai teknik bela diri, tetapi juga dari keluhuran akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendekar harus mendahulukan akhlak. Apa artinya hebat dalam bersilat jika akhlaknya tidak baik. Sebaliknya, jika kemampuan silatnya hebat dan akhlaknya juga baik, maka ia akan menjadi contoh bagi perguruan yang lain,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet yang belum berhasil meraih gelar juara agar tidak menjadikan kekalahan sebagai akhir dari perjuangan. Menurutnya, setiap hasil pertandingan harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih sungguh-sungguh.
“Jangan putus asa. Terus tambahkan semangat dan tingkatkan latihan agar dapat meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” pesannya.
Sebaliknya, kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi, ia berpesan agar tidak larut dalam kebanggaan. Kemenangan, menurutnya, harus menjadi pemacu untuk terus berlatih sekaligus menjaga sikap rendah hati.
Lebih lanjut, K. Ach. Zaini Umar mengajak seluruh keluarga besar Pagar Nusa untuk senantiasa menghormati orang tua, memuliakan guru, serta menjaga persaudaraan dengan sesama pesilat, termasuk dengan perguruan pencak silat lainnya. Nilai-nilai tersebut, kata dia, merupakan bagian dari ajaran luhur yang harus melekat dalam diri setiap pendekar Pagar Nusa.
Menutup arahannya, ia mengingatkan filosofi padi sebagai teladan bagi para pesilat.
“Orang yang berilmu itu seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Semakin tinggi ilmu dan prestasi yang dimiliki, semakin rendah hati pula sikap yang harus ditunjukkan,” tuturnya.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh PC Pagar Nusa Sumenep tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Pagar Nusa Jawa Timur. Selama tiga hari pelaksanaan, para atlet bertanding dalam berbagai kelas dan kelompok usia untuk memperebutkan gelar juara.
Rangkaian kejuaraan ditutup secara resmi oleh Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, KH. Abdul Muiz. Penutupan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan sportivitas, sekaligus menjadi penegasan bahwa Pagar Nusa tidak hanya mencetak pesilat berprestasi, tetapi juga kader-kader yang menjunjung tinggi akhlakul karimah sebagai jati diri warga Nahdlatul Ulama.

