Aku dan Daftar Nama-nama
ini kisah perihal suka duka tentang malam yang dikoyak sepi
siang dipangkas dibiarkannya sendiri
tak segan mencipta labirin berujung duri
aku menuangkan air mata
ke dalam gelas milik semesta
tak lupa kumasukkan secarik kertas duka berisikan nama-nama
kututup bagian atas gelas itu
dengan kain beludru berhiaskan intan biru anggap saja sesajen di hari mulia
harapan meluap penuhi kelip di mata
tuhan meruap beragam rupanya memenuhi ruangruang dalam dada terkadang mengetuk
tak jarang pula memeluk
o, tuhanku yang maha asih
tangkup wajahku kala mengurai doa jadikan aku berbesar hati
lahirkan cinta kasih pada sesama
Pojok ruang, 2022
Batu-batu di Tepian Kaca
namanya batu
berdiam di ketiak tanahtanah
rapi berbaris mudah dititah
harga diri baginya
tak seberapa dibanding anggukan pasrah
dipacunya leher itu pada satu arah
percaya diri akan lahir saat kaki hitamnya berdiri
di tepian kaca yang berair lendir
duhai kosmik
dayamu lari kemana saja
mohon unjuk gigi walau sekejap kedipan mata
ada yang menunggumu ia sedang menunduk
dengan kedua pundaknya yang dikutuk
Pojok ruang, 2022
Secangkir Kopik Milik Kiai
: K. M. Zamiel El Muttaqien
Bungkus arabika tergeletak di tangkai takdir mata
menyaksikan peristiwa sampai akhir begitu tiba waktunya dibawa
aku mulai menyusun karangan doa
kubungkus sisasisa ampas kopi di meja
kuusap cangkir seputih pualam
dengan senja peraduan terkhirku benar-benar mangkat
sungguh sesak mengendap keparat
secangkir kopi milik kiai bersenda gurau dalam ruang
sepi dirapalnya puisi menjadi dzikir
tandas memecah sunyi dan rindu yang semilir
semua terjadi begitu saja menyisakan puing penderitaan
sungguh kematian yang disayangkan
tusukan ilalang berikan pelarian untuk meredam
Pojok ruang, 2022
Hari Raya Temu
I
si nur berkisah pertemuan yang janggal menghampirinya
di waktu luang kasih menepi
getar menghampiri
II
si bai melayang ke awangawang
kekasihnya datang membawa seikat fajar dari ufuk terdalam
palung rindunya mendendam
III
si aku terdiam
hati penuh ceracau doadoa terlangitkan
lelakinya berdiri mendekap bayang di dekat pintu kayu
terkesiap hatinya menghalau rindu
Annuqayah, 2021
*Nama aslinya Ramlah Q. Nyantri di Annuqayah Latee 1. Penduduk Cafe Latte 52. Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Instika Guluk-Guluk Sumenep. Inisiator Ngaji Sastra Imam Bushiri.

