Image Slider

10 Pesantren di Sumenep Pamerkan Produk Mandiri di Ekpo Pesantren Preneur

Kota, NU Online Sumenep

Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMINU) Sumenep gelar Pesantren Preneur dan Ekpo Produk Mandiri di Pondok Pesantren Usymuni Tarate, Sumenep, Senin (21/02/2022).

Sekretaris RMINU Sumenep, Kiai Zamzami Sabiq Hamid mengutarakan, dengan merangkul Pemerintah Daerah (Pemkab) Sumenep, kegiatan ini mendapat respon positif. Bahkan akan menjalin kerja sama dengan pesantren untuk pembinaan kelompok berdasarkan klasifikasi produk.

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Kulim Aengdake, Bluto itu menegaskan bahwa kegiatan ini akan ada tindak lanjutnya. Pihaknya saat ini mulai mendata produk-produk pesantren yang ada yang nantinya akan dibagi menjadi 3 kelompok untuk dibina.

“Grade A bagi pesantren yang memiliki produk siap untuk dipasarkan. Grade B bagi pesantren yang memiliki produk namun butuh pendampingan dan pembinaan untuk mengembangkan seperti memenuhi legalitas produk dan lainnya. Sedangkan grade C, bagi pesantren yang masih belum memiliki produk,” terangnya.

Jenis Produk Pesantren

Kiai Zamzami mengatakan, di kegiatan kali ini diikuti oleh 10 pesantren yang memiliki produk sendiri. Pertama, Biro Pengabdian Masyarakat (BPM) pesantren Annuqayah Guluk-Guluk dengan produk: kripik cabai, pattola, kripik bayam, jamu tradisional. Produk tersebut dijual di pertokoan di lingkungan pesantren dan online. Bahkan memiliki PIRT.

Kedua, pesantren Annuqayah daerah Lubangsa yang memiliki produk: cetak bener, souvenir, sablon plastisol dan DIF, kaos bahan cotton combed, dan print A3 untuk kepentingan brosur, pamflet dan lainnya. Pemasaran hanya di kalangan santri, masyarakat dan online.

Ketiga, pesantren Al-Muqri Karang Kapoh Prenduan yang memiliki produk: sujel, legen, bakdabak, coklat, dimsum, handy craft (bros konektor, buket bunga dan makanan), batik, boba, infus water, dan pajangan. Produk ini dijual di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Namun belum memiliki BPOM.

“Keempat, pesantren Nurul Huda Pakandangan yang memiliki produk teh telang, teh kelor dan sambal. Produk ini dijual di kalangan lokal saja dan tidak memiliki BPOM,” tambah Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep itu.

Kelima, pesantren Al-Usymuni Tarate Sumenep memiliki produk, cilok merona, tahu walek dan naga dari roti, jamu mustika sari, samosa, dan puding sutra. Pemasaran dilakukan di kalangan santri dan Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun tidak memiliki label halal.

“Cemilan ini khas untuk santri di kala senggang dan menjamu tamu. Makanan ini menggunakan rempah-rempah tradisional yang resepnya turun-temurun diteruskan oleh generasi muda dan tidak menggunakan bahan pengawet,” ulas Kiai Zamzami.

Keenam, pesantren Al-Karimiyah Baraji, Gapura memiliki produk stik daun kelor, stik rumput laut, cilok, manisan buah, es buah naga, broenies, dan pisang keju. Pemasaran di lingkungan pesantren. Miliki lebel halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PIRT.

“Ketujuh, pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto memiliki produk, sambal ikan, kripik kulit ikan, krupuk ikan, abon tongkol, bakdabam, stik rajungan. Produk ini dipasarkan di toko kejora Bluto, potre koning, koperasi Al-Ikhlas, toko sumber tani Saronggi, Swalayan ABC Pamekasan, toko anugrah Pamekasan, swalayan yaqini Prenduan. Seluruh produk tersebut memiliki SIUP dan PIRT,” ungkapnya.

Kedelapan, pesantren Mambaul Ulum Jambu Lenteng memiliki produk kerudung, jas, cadar dan jubah. Namun hanya bisa dibeli di koperasi pesantren.

Kesembilan, pesantren Ar-Rasyidin Poreh Lenteng, memiliki produk telur gabus, ulat sutera, onde-onde ketawa, krupuk seblak, dan teri krispy. Produk ini belum dipasarkan dan dapat dijumpai di pesantren.

“Kesepuluh, pesantren Annuqayah Lubangsa Putri yang produknya bisa dibeli kalangan pesantren. Yaitu, accesories, buket, tart snack, air ro, teh pon-pon, seblak pribiotik, dan sambal bledthek kacang,” pungkasnya.

Editor : Ach Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga