Image Slider

Beginilah Gaya Gusdur Memberikan Rasa Kesamaan pada Sesama

Oleh: Firdausi

KH. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur adalah putera sulung dari enam bersaudara dari pasangan KH. Wahid Hasyim (putera pendiri Nahdlatul Ulama, Hadaratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari) dan Ny. Hj. Sholehah (puteri muassis Pondok Pesantren Denanyar Jombang, KH. Bisri Syamsuri).

Hobi Gus Dur sejak kecil adalah gemar membaca dan memanfaatkan perpustakaan ayahnya. Lewat hobi tersebut, Gus Dur bisa melanjutkan pendidikannya ke Timur Tengah dan Eropa. Pada tahun 1970-an, beliau kembali ke tanah air dan bergelut di pesantren Tebuireng. Presiden RI ke-4 tersebut, mengajar dan menulis. Walaupun jauh dari ibu kota (Jakarta), seluruh warga mengenalnya lewat tulisan cemerlangnya di berbagai media massa, bahkan penelitian atau risetnya mampu melambungkan namanya.

Saat menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1984, pekerjaannya sebagai peneliti, kolumnis, dan seniman dijalankan seperti biasa. Kehidupannya sangat sederhana, walaupun berstatus Presiden RI. Beliau dikenal serba informal, santai, akrab, dan bersahabat dengan siapa saja walaupun berbeda agama, etnis, tradisi, budaya, negara, dan lainnya. 

Kesederhanaanya, terlihat saat beliau berjalan kaki, sehingga masyarakat terpelongo melihatnya. Beliau sosok pemimpin yang memberi contoh, berempati, dan menaungi siapa saja.

Gus Dur lebih memilih untuk mengabdi, sehingga setiap apa yang dilakukannya dilakukan dengan penuh semangat. Beliau melawan budaya takut dan rendah diri yang berkembang di masa. Ia datang memberi rasa kesamaan, damai tanpa ketakutan pada semua orang. 

Gus Dur percaya, bahwa tidak pernah ada masalah-masalah yang tidak bisa diatasi, tidak ada konflik yang bisa dilerai. Semuanya dilakukan untuk membela dan mengangkat derajat dan martabat bangsa, sehingga seluruh bangsa merasa tertolong dan merasa berhutang budi. 

Ketika beliau wafat, semuanya meratapi. Beliau dikenal dengan bapak bangsa dan guru bangsa yang mengawal perdamaian negeri. Jasanya dikenang, tidak pandang dari etnis dan agamanya.

*) Direktur NU Online Sumenep 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga