Image Slider

Sekretaris IPNU Jatim: Pertahankan Program Inovasi dan Kemandirian Ekonomi

Bluto, NU Online Sumenep

Taufiqur Rozikin, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menyatakan bahwa Pimpinan Cabang (PC) IPNU Sumenep jadi obrolan pelajar se-Jawa Timur, karena memiliki inovasi jualan beras lokal dan merangkul petani setempat.

Pernyataan itu disampaikan di acara Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XXII PC IPNU Sumenep dengan mengusung tema ‘NU Juara: Laboratorium Pelajar Nusantara’. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, Sumenep, Ahad (13/03/2022).

“Jika bada usaha tersebut ingin dikembangkan, pengurus terpilih harus punya inovasi baru, yakni jualan minyak goreng yang keberadaannya sangat langka saat ini,” ujarnya sambil melempar senyuman.

Berdasarkan data, IPNU Sumenep salah satu lumbung kader terbaik dan terbanyak di Jawa Timur. Pihaknya mengamati di empat peridoe terakhir, di mana Sumenep selalu mendelagasikan kader terbaiknya ke Jawa Timur.

“Harapan terbesar kami adalah kader terbaik tersebut tidak hanya menjadi pengisi, tetapi tim tank jarak jauh dan jarak dekat,” pintanya.

Kemudian Taufiq sapaannya menjelaskan beberapa program nasional dan wilayah yang harus disukseskan dan digerakkan bersama. Untuk merealisasikannya, harus melibatkan akar rumput sebagai ujung tombaknya. Yakni, PC, Pimpinan Anak Ranting (PAC), Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Ranting (PAR), Pimpinan Komisariat (PK), dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT).

“Akhir-akhir ini kita melihat flayer yang beredar di media sosial IPNU tentang Bimtek, akreditasi, klasterisasi dari Pimpinan Pusat (PP). Yang menjadi eksekutor dalam program ini adalah kader yang ada di akar rumput. Selain itu, ada pula beberapa program PW yang semestinya masuk dalam Konfercab, tepatnya di komisi rekomendasi. Yakni, pemaksimalan riset, inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Program inovasi yang ada di Sumenep, harus dipertahankan dengan menyelenggarakan pelatihan. Selain itu, dirinya mengajak untuk menyukseskan Kongres PP yang bakal digelar di NTB.

“Secara jamaah, NU tidak diragukan lagi, khusunya di Jawa Timur. Jadi, jika jumlah anggota IPNU di provinsi sekitar 2000-5000 an, itu menjadi jumlah yang biasa. Tapi secara jam’iyah belum tentu. Oleh sebab itu, komitmen jam’yah harus ditekankan dalam tubuh organisasi,” imbaunya.

Taufiqur Rozikin menegaskan, ada dua hal yang dijaga dalam berjam’iyah di tingkat PW. Pertama, komitmen di internal pusat sampai ke bawah harus satu komando. Kedua, komitmen berjam’iyah dengan NU. Untuk hal ini hukumnya wajib bagi pelajar NU.

“Ternyata, PC IPNU Sumenep memberi contoh yang baik, sehingga tidak goyah terhadap hal-hal yang bersentuhan dengan politik dan yang membahayakan organisasi,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga