Image Slider

Kiai Pandji Dorong Lembaga Pendidikan Bentuk PK IPNU-IPPNU

Bluto, NU Online Sumenep

Dilayangkannya surat instruksi pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masih belum disikapi oleh beberapa pengelola Lembaga Pendidikan Islam (LPI)

Hal tersebut terungkap di acara Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XXII Pimpinan Cabang (PC) IPNU Sumenep dengan tajuk ‘IPNU Juara: Laboratorium Pelajar Nusantara’, Ahad (13/03/2022) di Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, Sumenep.

“Saat pertama menjabat pengurus di PCNU (2010), IPNU masih belum diterima oleh warga dan lembaga pendidikan. Di tahun 2013, pihaknya melayangkan surat kepada pengelola LPI, khususnya yang dikelola oleh NU dan Nahdliyin, guna membentuk PK,” kenangnya.

Pesantren yang pertama kali menginstruksikan dan menggalakkan IPNU-IPPNU adalah pesantren Nurul Islam Karang Cempaka Bluto. Sampai sekarang surat tersebut masih berlaku.

“Jika sulit masuk ke suatu daerah atau masuk ke pedesaan. Mari berkoordinasi dengan PCNU, karena kami siap mengawal dan mengantarkannya, serta memberikan solusi yang terbaik,” ungkap Kiai Pandji.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu merasa sedih, karena masih ada LPI yang dikelola oleh Nahdliyin belum membentuk PK. Berhubung disiarkan langsung di kanal YouTube TVNU Sumenep, lanjutnya, ia mengajak untuk membentuk PK, karena IPNU-IPPNU adalah anak kandung Nahdlatul Ulama (NU).

“Problem ini bukan tugas IPNU-IPPNU saja, tetapi tugas PCNU, MWCNU, Ranting NU. Jika punya anak shalih, yang sukses bukan anaknya saja, tetapi bapaknya juga,” sergahnya.

Tak hanya itu, ada pula yang mengaku lembaga pendidikannya berhaluan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi secara praktik belum dibentuk PK nya. Terbentuknya PK IPNU-IPPNU, maka dikatakan cukup, karena ditandai dengan perbuatan yang lebih afdhal.

“Lewat forum ini, kami mengajak kepada seluruh pengurus NU, pengelola pesantren dan lembaga pendidikan untuk mendorong anak muda untuk berlomba-lomba masuk pada badan otonom NU yang termuda ini. Jika masuk dalam Banom tersebut, berarti telah memperpanjang kesatuan dan meneruskan perjuangan muassis serta mempertahankan ajaran Islam Aswaja An-Nahdliyah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuhnya.

Baginya NU adalah azimat dan wasiat dari sesepuh, tambahnya, karena jam’iyah NU adalah organisasi terbesar. Bukan hanya di Indonesia, tetapi se-dunia.

Menurutnya, NU bukan besar dari segi kuantitas, tetapi secara kualitas. Buktinya PCINU sudah berdiri di beberapa negara. Terbukti juga, duta besar negara sahabat banyak yang antri untuk sowan ke Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). “Itu artinya NU menjadi harapan dunia,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga