Pragaan, NU Online Sumenep
Perubahan dan pergeseran nilai dalam kehidupan merupakan sunnatullah atau hukum alam yang mesti terjadi. Sebab pada dasarnya, tak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh KH Ahmad Madzkur Abdul Wasik di acara Penguatan Ideologi Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) di masjid Al-Ghufron Aeng Soka, Pragaan Laok, Pragaan, Ahad (17/07/2022) malam.
“Kehidupan yang dulu guyub dan mengedepankan titah guru atau kiai, sekarang sudah menyusut dan diikat oleh semacam aturan-aturan seperti AD-ART dan lain-lain,” ungkap A’wan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan itu.
“Tugas kita yaitu terus menjaga terpeliharanya akhlak, moral dan adab lokal agar tidak tergerus oleh gaya-gaya positivisme dan pragmatisme. Selain itu, kita juga harus terus meminimalisir dan memfilter infiltrasi budaya dan peradaban buruk dalam satu kubangan limbah peradaban,” tambahnya.
Dari perspektif ini, ia mengatakan bahwa jargon-jargon HTI untuk kembali ke sistem khilafah itu bisa dikatakan isapan jempol bahkan merupakan konfrontasi sunnatullah dengan syahwat politik.
“Data real yang ada, bukan satu dua kali muktamar ulama dan cendikiawan muslim internasional ingin mengembalikan marwah kejayaan Islam dengan gaya kepemimpinan Dinasti Ottoman. Gerakan ini pernah dilakukan di Hijaz dan di Mesir namun muktamar itu tetap diakhiri dengan kata
إتفقوا على أن لا يتفقوا (sepakat untuk tidak sepakat) atau agree in disagreement,” tambah beliau.
Di akhir penyampaiannya, Pengasuh Pondok Pesantren An-Najah 1 Karduluk ini berkata dengan tegas, jika ada yang beralasan bahwa kepemimpinan Imam Mahdi akan bermodel khilafah kelak di penghujung tua dunia, itu bukan bersifat gerakan breakdown structure.
“Kecendrungan untuk berbai’at pada Imam Mahdi adalah bagian sunnatullah pula yang didasari kesadaran umat kala itu untuk menjadikan Imam Mahdi sebagai pimpinan tertinggi kaum muslimin secara natural. Bukan melalui gerakan-gerakan yang pada umumnya mengganggu kondusifitas keamanan dan kedamaian satu Negara,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

