Image Slider

Podcast Fatayat NU Lenteng Kaji Surat Al-Ma’un, Ingatkan Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin

Lenteng, NU Online Sumenep

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Lenteng mengkaji kandungan Surat Al-Ma’un melalui program podcast rutinnya dengan menyoroti pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin, Selasa (03/03/2026) di kantor setempat.

Kajian yang merujuk pada tafsir KH. Isma’il Al-Ascholi tersebut mengingatkan bahwa keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui sikap empati dan kepedulian sosial kepada sesama.

Zamilah selaku narasumber menjelaskan bahwa ayat pembuka, ara’aita alladzi yukadzdzibu bid-din, merupakan pertanyaan retoris Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Pertanyaan itu bukan karena Allah tidak mengetahui, melainkan untuk memperjelas identitas orang yang dimaksud sebagai pendusta hari pembalasan.

“Allah seakan berfirman, ‘Muhammad, kamu tahu siapa pendusta hari kiamat? Itulah yang berlaku kasar kepada anak yatim dan tidak peduli pada orang miskin.’ Jadi penyebutan akhlak terhadap yatim dan fakir miskin itu untuk memudahkan Nabi mengenali siapa yang dimaksud,” terangnya.

Menurut tafsir Isma’il Al-Ascholi, mendustakan hari akhir berarti gugurnya keimanan. Ia mengutip sejumlah hadits yang kerap menyandingkan iman kepada Allah dan hari akhir dalam satu kesatuan.

Dengan demikian, siapa pun yang tidak beriman kepada hari akhir, secara otomatis tidak beriman kepada Allah.

“Kalau seseorang mendustakan hari akhir, berarti dia bukan mukmin. Secara akidah, itu masuk kategori orang kafir. Maka, surah ini pada asalnya memang berbicara tentang orang-orang kafir Quraisy saat itu,” jelas Zamilah.

Dalam podcast tersebut juga diuraikan beberapa riwayat asbabun nuzul (sebab turunnya ayat) yang tercantum dalam kitab-kitab tafsir.

Di antaranya kisah Abu Sufyan sebelum memeluk Islam. Dikisahkan ia kerap menyembelih unta karena kekayaannya. Namun suatu ketika, seorang anak yatim meminta sedikit daging, justru diusir dan dipukul hingga lari ketakutan.

“Kisah lain menyebutkan perilaku Abu Jahal yang menahan harta anak yatim. Ketika anak tersebut mengadu kepada Nabi Muhammad SAW, Rasulullah mengantarkannya langsung untuk meminta haknya. Dalam riwayat itu, Abu Jahal akhirnya menyerahkan harta tersebut tanpa perlawanan karena merasa gentar,” jelasnya.

Selain itu, disebut pula sosok Ash bin Wa’il yang dikenal sebagai pendusta hari pembalasan dan pelaku berbagai keburukan.

Riwayat-riwayat ini, menurut Zamilah, menegaskan bahwa Surat Al-Ma’un turun sebagai sindiran keras terhadap sikap antisosial kaum kafir yang zalim.

Ia kemudian menegaskan beberapa poin penting dari tafsir tersebut.

“Pertama, Surat Al-Ma’un secara historis memang berbicara tentang orang kafir yang mendustakan hari kiamat. Kedua, tidak ada mukmin yang secara sadar mendustakan hari akhir karena itu merupakan bagian dari rukun iman. Ketiga, perilaku kasar terhadap yatim dan abai terhadap fakir miskin menjadi ciri nyata dari pendustaan tersebut,” lanjut Zamilah.

Meski demikian, ia juga membahas pertanyaan kontekstual: apakah ayat ini boleh diarahkan kepada umat Islam yang memiliki perilaku serupa?. Menurutnya, boleh saja memperluas makna ayat selama tetap memahami konteks asalnya.

“Kalau ada orang Islam yang berperilaku demikian, itu tetap Muslim, tapi imannya bermasalah. Bukan langsung dikafirkan. Tetap berdosa. Jangan mudah memberi vonis kafir,” tegasnya.

Ia menambahkan, para ulama memiliki metode dan kaidah dalam menafsirkan Al-Qur’an. Dalam podcast tersebut, ia menghadirkan beberapa pendekatan penafsiran untuk menunjukkan bahwa memperluas makna ayat harus tetap berlandaskan disiplin ilmu tafsir, bukan sekadar opini.

Di akhir kajian, ia mengajak umat Islam untuk bersyukur atas nikmat iman dan Islam.

Alhamdulillah ‘ala nikmatil Islam wal iman. Kita ditakdirkan menjadi Muslim. Maka wujudkan keimanan itu dengan kepedulian sosial,” pungkasnya.

Untuk menonton video podcast Tafsir Surat Al-Ma’un, bisa klik link video di bawah ini:

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga