Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, turut mengambil peran dalam mendorong penguatan literasi dan kecakapan digital di lingkungan pesantren. KKN Posko 25 ini menggelar kegiatan Seminar “Membangun Generasi Santri Literat Melalui Budaya Literasi dan Digitalisasi” yang diikuti oleh Siswa MTs dan SMK Al Hidayah, Senin, 7 September 2026 di Aula SMK setempat.
Imalatul Khairiyah, Ketua KKN Universitas Annuqayah Posko 25 mengatakan Kegiatan ini mengangkat semangat membangun generasi santri yang tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui budaya literasi dan pemanfaatan teknologi digital secara positif.
“Seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Universitas Annuqayah dalam menghadirkan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan generasi muda, khususnya santri. Literasi menjadi modal penting agar santri mampu memilah informasi, berpikir kritis, serta menghasilkan konten dan gagasan yang bermanfaat,” katanya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, kemampuan literasi digital juga semakin penting. Santri tidak hanya dituntut menjadi pengguna teknologi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi produsen informasi yang edukatif, inspiratif, dan berkarakter.
“Kami berupaya membangun kesadaran bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman, etika, dan budaya pesantren,” katanya.
Sementara itu, Abd. Warits, salah satu pemateri dalam kegiatan ini mengatakan masuknya internet ke desa harus diikuti dengan penguatan literasi digital. Masyarakat, khususnya generasi muda, tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi, mengenali modus penipuan online, memahami risiko kebocoran data pribadi, serta menjauhi judi online dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.
“Generasi muda harus didorong menjadi pengguna teknologi yang kritis dan produktif. Internet seharusnya menjadi jalan untuk belajar, berkarya, berwirausaha, dan memperluas wawasan, bukan justru menjadi ruang yang membuat seseorang kehilangan kontrol terhadap dirinya,” kata Sekretaris Forum TBM Sumenep ini.
Sekretaris Lembaga Ta’lif Wa An-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) PCNU Sumenep ini mengatakan perkembangan teknologi Android dan semakin luasnya akses internet hingga ke pelosok desa merupakan sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, kemudahan akses tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Karena itu, pencegahan penipuan online dan judi online tidak cukup hanya melalui penindakan.
“Edukasi keluarga, sekolah, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat desa harus berjalan bersama. Semakin luas internet menjangkau masyarakat, semakin kuat pula kemampuan literasi digital yang harus dibangun. Teknologi boleh semakin dekat dengan masyarakat, tetapi kemampuan masyarakat untuk mengendalikan teknologi harus jauh lebih kuat,” pungkasnya.
Pewarta : Izzul Ifkarina

