Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Lingkungan strategis yang berubah secara cepat menuntut semua untuk menyesuaikan pola pikir dan pola tindak yang efisien, transparan, dan akuntabel. Pembelajaran di dunia sekolah juga perlu mengembangkan literasi digital melalui berbagai instrumen.
“Sebab itu, Perpustakaan Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk untuk tahun ini menggunakan aplikasi sosial berupa Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah (Jibas), yaitu sebuah aplikasi sosial media yang berisi tentang sistem informasi manajemen sekolah mulai dari akademik, perpustakaan, pelaporan, dan interaksi guru-siswa,” ujar Kepala Perpustakaan MA 1 Annuqayah, Lukmanul Hakim saat dimintai keterangan, Kamis (27/01/2022) di perpustakaan setempat.
Lukman mengatakan, aplikasi yang digagas oleh PT. Performa Integrasi Informasi Bandung ini di dalamnya juga berisi buku-buku dan kitab-kitab kuning milik MA 1 Annuqayah yang itu dapat dipinjam dan dibaca oleh siswa secara digital untuk belajar mandiri serta memperkaya pengetahuan dan bahan bacaan lainnya.
“Sistem ini, dapat membantu sekolah mengatur, mengelola, dan merapikan datanya. Dengan demikian, data ini menjadi informasi yang mengalir dan bermanfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Tentunya, hal ini menjadi salah satu nilai tambah dari layanan komunitas pendidikan yang dibentuk,” lanjut alumni MA 1 Annuqayah itu.
Mahasiswa Prodi PAI Program Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini juga menerangkan, aplikasi Jibas ini merupakan Dynamic Library yang disediakan di area perpustakaan MA 1 Annuqayah untuk memberikan akses kepada para siswa membaca, mendalami, dan mengkaji buku-buku dan kitab kuning. Layanan Jibas juga sekaligus menjadi ruang untuk diskusi dan pengembangan literasi siswa dengan para guru.
“Kami berharap dengan adanya Jibas ini, juga akan menjadi instrumen bagi penguatan tradisi akademik tafaqquh fiddin, sekaligus untuk menegaskan kembali relasi ajaran Islam dengan perkembangan sosial, politik, dan budaya,” tuturnya.
Pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lembung Barat itu juga membeberkan, dengan metodologi yang benar, diharapkan para siswa akan mampu memberikan kontribusi konseptual mengenai pola kehidupan beragama dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan sekaligus.
“Istilah Tawassuth, as-Salam, al-Ukhuwwah, dan at-Tarahum tidak hanya menjadi terminologi pesantren, tetapi juga kemudian lebih bisa dipahami secara luas oleh siswa maupun masyarakat lewat pengembangan literasi digital,” tegasnya.
Sehingga diharapkan penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan akan membentuk siswa maupun masyarakat yang maju, bermartabat, berbudaya, dan sekaligus beragama.
Editor: Ach Khalilurrahman

